Kebangkitan Sispala Pelangi SMA 3 Padang, Bangkit Setelah Vakum 8 Tahun

Kebangkitan Sispala Pelangi SMA 3 Padang, Bangkit Setelah Vakum 8 Tahun.

PADANG, RAKYAT SUMBAR — Setelah sempat vakum selama delapan tahun, Sispala Pelangi SMA Negeri 3 Padang akhirnya bangkit kembali. Organisasi pecinta alam siswa itu kini mulai menggeliat dan menjadi simbol kebangkitan kegiatan ekstrakurikuler berbasis karakter, kepedulian lingkungan, serta kesiapsiagaan bencana di sekolah.

Kebangkitan Sispala Pelangi tidak terjadi begitu saja. Dukungan alumni, pihak sekolah, hingga kolaborasi dengan MAPALA Universitas Andalas (UNAND) menjadi energi besar yang menghidupkan kembali organisasi tersebut.

Melalui program “MAPALA UNAND Road to School” bertema Cinta Alam, Siaga Bencana, Selamat Bersama, para siswa mendapatkan pembekalan langsung dari instruktur berpengalaman terkait kepecintaalaman, pertolongan pertama hingga mitigasi bencana.

Kegiatan yang digelar akhir pekan, Sabtu-Minggu, itu dirancang tanpa mengganggu aktivitas belajar siswa di sekolah. Materi disampaikan secara interaktif melalui simulasi gempa, pelatihan P3K, tali-temali, navigasi darat hingga pengelolaan organisasi Sispala.

Tak hanya menerima sertifikat, peserta juga dibekali modul saku dan keterampilan dasar yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang guru pendamping SMA Negeri 3 Padang menyebutkan, kebangkitan Sispala Pelangi menjadi momentum penting dalam pembinaan karakter siswa.

“Kami melihat Sispala Pelangi sebagai aset berharga yang hilang selama delapan tahun. Kini dengan dukungan alumni dan MAPALA UNAND, kami yakin organisasi ini akan menjadi motor pembinaan siswa yang kuat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Senior Alumni Sispala Pelangi, Deni Prima Kurnia. Menurutnya, menghidupkan kembali organisasi tersebut seperti mengembalikan rumah bagi para alumni.

“Sebagai alumni, melihat Sispala bangkit lagi terasa seperti pulang ke rumah. Kami ingin adik-adik kami merasakan apa yang dulu kami dapatkan, yakni disiplin, kebersamaan dan cinta alam,” katanya.

Dalam kegiatan itu, MAPALA UNAND juga memberikan edukasi mengenai potensi bencana di Sumatera Barat seperti gempa bumi, longsor dan banjir melalui simulasi realistis. Para siswa diperkenalkan dengan berbagai peralatan dasar seperti kompas, flysheet, teknik navigasi darat hingga basic rescue.

Instruktur MAPALA UNAND yang memimpin sesi mitigasi bencana menegaskan, pendidikan kesiapsiagaan bencana menjadi keterampilan penting bagi generasi muda di Sumbar.

 

“Kami tidak hanya mengajar teori. Melalui simulasi dan praktik langsung, siswa belajar bahwa kesiapsiagaan bencana adalah keterampilan hidup yang harus dimiliki setiap orang, terutama di Sumatera Barat,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang siswa mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.

“Sesi tali-temali dan P3K sangat seru. Saya baru tahu cara membalut luka dengan benar. Ini ilmu yang sangat berguna, apalagi saat keadaan darurat,” ungkapnya.

Sementara itu, pengurus baru Sispala Pelangi mengaku semakin termotivasi untuk membangun organisasi yang sempat lama vakum tersebut.

“Ternyata organisasi bisa dibangun dengan struktur sederhana tapi efektif. Sekarang kami sudah punya rencana program kerja pertama,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian modul saku yang berisi materi pelatihan lengkap beserta contoh AD/ART organisasi Sispala.

Keberhasilan kebangkitan Sispala Pelangi SMA Negeri 3 Padang diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Sumatera Barat. Selain gratis dan bersertifikat, program tersebut juga dinilai mampu membangun karakter siswa agar lebih aktif, peduli lingkungan dan tidak bergantung pada gadget.

“Orang tua sangat mendukung. Mereka senang melihat anak-anak aktif dalam kegiatan positif dan edukatif,” ujar panitia kegiatan dari Alumni Sispala Pelangi Smantri Padang.

Usai kegiatan, MAPALA UNAND juga berencana melakukan pendampingan lanjutan melalui grup komunikasi, pembinaan program kerja hingga latihan gabungan di kampus.

“Ini baru permulaan. Kami siap mendampingi sekolah-sekolah lain yang ingin mengaktifkan kembali Sispala mereka,” tutup Ketua Pelaksana Program Road to School MAPALA UNAND.(*)