Padang, Rakyat Sumbar— Alumni Universitas Bung Hatta dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan kolektif yang berpengaruh secara nasional. Namun potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terhubung dalam sebuah sistem yang terorganisasi.
Hal itu disampaikan Mardiansyah dalam pemaparannya mengenai visi masa depan organisasi alumni kampus yang terinspirasi dari nama besar Proklamator Mohammad Hatta tersebut.
Menurutnya, Universitas Bung Hatta telah terbukti melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai sektor strategis. Para lulusan kampus itu kini tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari pejabat publik, pengusaha, profesional, hingga akademisi.
“Ini adalah fakta yang tidak terbantahkan. Kita semua yang hadir adalah bukti bahwa Bung Hatta telah mencetak alumni-alumni hebat yang dibekali nilai, integritas, dan semangat perjuangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika dilihat lebih jauh, para alumni Bung Hatta sebenarnya memiliki tiga kekuatan besar yang dapat menjadi modal bersama, yakni jaringan yang luas di berbagai sektor, kemampuan finansial dan akses terhadap sumber daya, serta pengalaman yang matang hingga pada level strategis.
“Network kita luas, capital kita ada, experience kita juga kuat. Ini bukan potensi kecil. Ini adalah kekuatan besar,” katanya.
Namun di balik potensi tersebut, Mardiansyah menilai alumni Bung Hatta masih menghadapi satu persoalan utama, yakni belum adanya sistem yang mampu menghubungkan seluruh kekuatan itu secara terstruktur.
Menurutnya, selama ini para alumni lebih banyak bergerak secara individual. Hubungan antaralumni belum terintegrasi secara sistematis dan belum memiliki platform yang menjadi pusat informasi, interaksi, maupun peluang kolaborasi.
Akibatnya, banyak potensi yang tidak pernah bertemu dan banyak peluang yang terlewatkan.
“Alumni kita besar, jumlahnya banyak, kualitasnya tinggi. Tapi kita harus jujur, besar belum tentu kuat. Mengapa? Karena kita belum terintegrasi,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini berbagai kegiatan alumni seperti silaturahmi atau kegiatan sosial memang terus dilakukan, namun dampaknya masih bersifat sesaat dan belum berkelanjutan karena belum dibangun dalam sebuah sistem yang kuat.
Karena itu, Mardiansyah mengusulkan perubahan arah gerakan alumni agar tidak hanya menjadi komunitas pertemanan, tetapi berkembang menjadi jaringan profesional yang solid dan berdaya secara ekonomi.
Visi yang ia dorong adalah menjadikan alumni Universitas Bung Hatta sebagai jaringan profesional yang kuat, terhubung secara nasional, serta mampu memberikan pengaruh nyata bagi masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ia mengusulkan sejumlah langkah strategis, di antaranya membangun basis data alumni terintegrasi secara nasional, mendirikan gedung alumni atau Hatta Graha sebagai pusat aktivitas, serta membentuk ekosistem ekonomi alumni melalui kolaborasi bisnis dan investasi bersama.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara alumni, kampus, dan dunia industri agar potensi lulusan Bung Hatta dapat berkontribusi lebih luas.
Dalam konsep yang ia paparkan, alumni tidak hanya diharapkan terhubung secara sosial, tetapi juga membentuk ekosistem yang mampu melahirkan nilai ekonomi nyata.
Melalui ekosistem tersebut, berbagai peluang usaha dapat tumbuh, kolaborasi bisnis tercipta, serta manfaat ekonomi dapat dirasakan secara bersama oleh para alumni.
“Kita tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi bergerak sebagai satu kekuatan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar tentang kepemimpinan organisasi alumni, melainkan tentang membangun sesuatu yang lebih besar dari diri masing-masing.
“Ini tentang membangun warisan. Sesuatu yang tetap berjalan bahkan ketika kita sudah tidak lagi di sini,” kata Mardiansyah.
Saat ini, Mardiansyah juga dikenal sebagai salah satu profesional nasional di sektor infrastruktur. Ia menjabat sebagai Direktur Operasi II di PT Hutama Karya (Persero) berdasarkan keputusan manajemen per Februari 2026.
Alumni Teknik Sipil Universitas Bung Hatta angkatan 1996 itu memiliki pengalaman panjang di dunia konstruksi dan manajemen proyek. Ia bergabung dengan Hutama Karya sejak 2006 dan telah menempati berbagai posisi strategis, khususnya di bidang manajemen proyek, pengawasan internal, serta pengembangan sumber daya manusia (human capital).
Dalam perjalanan pendidikannya, Mardiansyah menempuh studi di SMA Negeri 3 Padang yang dikenal dengan jaringan alumni Ikasmantri Padang. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Teknik Sipil Universitas Bung Hatta sebelum memperdalam keilmuan di bidang manajemen.
Ia meraih gelar Magister Manajemen Proyek dari Universitas Indonesia serta Master of Business Administration (MBA) dari Institut Teknologi Bandung.
Dengan latar belakang profesional dan jejaring yang luas tersebut, Mardiansyah kini juga menjadi salah satu kandidat Ketua Umum Alumni Universitas Bung Hatta. Ia aktif mendorong penguatan jaringan profesional alumni sebagai kekuatan strategis yang tidak hanya berpengaruh secara sosial, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata.
“Ini bukan tentang siapa yang memimpin. Ini tentang bagaimana kita membangun kekuatan bersama dan meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya,” tutupnya.(*)





