Utama  

Wamen ESDM Pastikan Pasokan Listrik dan SPKLU Sumbar Siaga Penuh Jelang Idul Fitri

Wamen ESDM Yuliot Tanjung didampingi General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim saat doorstop bersama awak media di Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Distribusi (UP2D) PLN Sumbar, Kamis (27/3/2025)

Padang, rakyatsumbar.id – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan persiapan komprehensif untuk menjamin ketersediaan energi dan listrik selama musim mudik Lebaran 1446 H di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Komitmen ini ditunjukkan langsung oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, saat melakukan kunjungan siaga Ramadan dan Idul Fitri (Rafi) ke Unit Pelaksana Pelayanan Distribusi (UP2D) PLN Sumbar di Padang, Kamis (27/3/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pasokan listrik dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dalam menghadapi lonjakan kebutuhan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Dalam kunjungannya, Yuliot Tanjung menegaskan pentingnya antisipasi dini untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat Sumbar.

“Kami telah melakukan antisipasi sejak 17 Maret 2025 untuk memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), elpiji, dan pasokan listrik selama Idulfitri. Alhamdulillah, semua kebutuhan masyarakat telah dipersiapkan dengan baik, bahkan melebihi perkiraan,” ujarnya.

PLN UP2D Sumbar telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan pemeliharaan dan peningkatan sistem jauh-jauh hari. Pusat kendali operasional di UP2D Sumbar siap menangani gangguan listrik dengan cepat.

“Kami menargetkan penanganan gangguan maksimal 5 menit, dan paling lama 45 menit. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Yuliot Tanjung.

Kementerian ESDM terus berupaya meningkatkan daya mampu kelistrikan di Sumbar. “Kami akan mengevaluasi setiap gangguan dan aduan untuk meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang. Kami berharap masyarakat dapat menikmati suasana Idulfitri di kampung halaman dengan nyaman,” tutur Yuliot Tanjung.

Menyikapi peningkatan penggunaan kendaraan listrik, Sumbar telah menyiapkan 62 SPKLU dengan tipe ultra-fast charging. Jumlah ini 8 kali lipat lebih banyak dari kebutuhan saat Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

“Kami ingin memastikan kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik terpenuhi secara maksimal,” ujar Yuliot Tanjung.

Kementerian ESDM juga fokus pada pemerataan elektrifikasi di Sumbar, termasuk daerah-daerah pemekaran seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Kami berkoordinasi dengan PLN untuk meningkatkan layanan di desa-desa yang belum teraliri listrik. Saat ini, tingkat elektrifikasi di Sumbar mencapai 99,99 persen. Kami menargetkan untuk kembali mencapai 100 persen,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar, Ajrun Karim, menjelaskan bahwa 62 SPKLU tersebut tersebar di 60 lokasi strategis, termasuk jalur lintas Sumatera dan kawasan wisata.

“Untuk SPKLU kita juga menyiagakan 74 personel di jalur lintas Sumatera untuk memastikan kelancaran arus mudik,” ujarnya.

PLN UID Sumbar telah menetapkan masa siaga sejak 17 Maret hingga 11 April 2025. “Kami membatasi pekerjaan yang berpotensi menimbulkan gangguan, kecuali dalam kondisi darurat. Kami juga memastikan pasokan daya dalam kondisi normal dan peralatan dalam kondisi prima,” kata Ajrun Karim.

Untuk memudahkan akses informasi lokasi SPKLU, masyarakat dapat menggunakan aplikasi PLN Mobile. “Fitur Trip Planner di PLN Mobile akan membantu pengguna kendaraan listrik merencanakan perjalanan jauh mereka,” tutur Ajrun Karim.

Dalam kunjungannya, Wamen ESDM juga meninjau ruang Control Center Room PLN UID Sumbar dan Sumbar Command Center, serta berinteraksi melalui zoom meeting dengan Unit Pelaksana Pelayanan (UP3) dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) di seluruh Sumbar. (edg)