Usai Macet Libur Lebaran, Perantau Minta Keberadaan Pedagang di Fly Over Kelok 9 Dievaluasi

Nono Patria Pratama, SE

Limapuluh Kota, rakyatsumbar.id—-Perantau asal Limapuluh Kota yang  menetap di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, sesalkan kemacetan yang terjadi diatas di jembatan jalan layang Fly Over Kelok 9, akibat Arus mudik dan arus balik pascalebaran 1446 Hijriah.

Apalagi, di hari kedua liburan Lebaran menyebabkan kemacetan parah di ruas jalan Lintas Riau-Sumbar, terutama di kawasan ikonik Kelok 9, Sumatera Barat.

Kepadatan kendaraan dari arah Riau menuju berbagai daerah di Sumbar mengakibatkan antrian panjang dan memperlambat laju perjalanan para pemudik.

Perantau yang juga Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu Nono Patria Pratama, SE mengungkapkan, dirinya dalam perjalanan menuju Sumbar dari arah Riau, namun harus menghadapi kemacetan saat melintas di Kelok 9.

Menurutnya, kendaraan roda empat dan roda dua memenuhi ruas jalan, sehingga membuat  perjalanan terhambat.

Tidak hanya itu, Nono Patria Pratama juga mengungkapkan fungsi jembatan Fly Over kelok 9 tidak bisa maksimal guna mengurai  kemacetan, ini secara kasap mata bisa di lihat akibat berjubelnya para pedagang yang mengais rezekinya di sepanjang badan jalan Fly Over kelok 9.

Tentu dengan adanya aktivitas orang berjalan di atas badan jalan Fly over kelok 9, sehingga memancing para pemudik untuk berhenti  sambil rehat sejenak dikarenakan capek setelah menempuh perjalanan panjang.

Tentunya para pemudik tidak hanya sekedar rahat sejenak saja, akan tetapi menyempatkan rekreasi dan swafoto ingin mengabadikan keindahan Fly Over kelok 9 tersebut. Akibatnya kendaraan parkir penuhi  bahu jalan.

“Saya terjebak macet sekitar hampir 2  jam di Kelok 9. Banyak kendaraan dari arah Riau yang memadati kawasan ini. Sementara itu, jalan di sekitar Payakumbuh masih bisa dilalui meski merayap perlahan,” ujar Nono Patria Pratama, Kamis (03/04/2025).

Lonjakan arus kendaraan ini diperkirakan terjadi akibat banyaknya warga yang memanfaatkan libur Lebaran untuk bersilaturahmi ke kampung halaman dan destinasi wisata di Sumatera Barat.

Namun menurut Nono Patria Pratama, harusnya guna menyikapi kondisi macet parah di atas jalan layang jembatan Fly Over kelok 9 tersebut, Pemrov Sumbar bersama Kapolda Sumbar mengevaluasi kembali aktivitas para pedagang yang berube di sepanjang badan jalan layang tersebut.

Menurut Nono Patria Pratama, untuk mengurus dan mengatur Fly Over kelok 9 sepenuhnya adalah  merupakan kewenangan Pemprov Sumbar. Tentu harus ada evaluasi terhadap para pedagang yang mengais rezekinya di atas badan jalan layang Fly Over kelok 9.

Nono Patria juga mempertanyakan, siapa yang diuntungkan dan berapa keuntungan dari para pedagang tersebut dan berapa Provinsi Sumbar dapat retribusi sebagai tambahan PAD yang menjadi  APBD Provinsi Sumbar.

“Jika tidak ada sama sekali, ini yang perlu di evaluasi karena ditenggarai sebagai penyebab macet dengan kendaraan parkir di sepanjang bahu jalan,” sebutnya.

Selain itu, struktur jalan yang berkelok dan berbatasan dengan tebing membuat arus lalu lintas di Kelok 9 rentan mengalami kepadatan saat volume kendaraan meningkat. (sdn)