Unggul Real Quick Count, Tim Pemenangan Mahyeldi – Audy Klaim Menangkan Pilgub Sumbar
Padang, Rakyat Sumbar — Berdasarkan data real quick count dari dua lembaga survey seperti Poltracking dan Charta Politica, pasangan Calon Mahyeldi-Audy Joinaldy yang diusung oleh PKS dan PPP ini menjadi pemenang dalam Pilgub Sumbar 2020. Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum pasangan Mahyeldi – Audy Miko Kamal di rumah pemenangan pasangan Mahyeldi – Audy di jalan A. Yani, Padang, Rabu (09/12/2020).
Miko Kamal menjelaskan, berdasarkan data dari lembaga survey Charta Politica memenangi Mahyeldi – Audy dengan angka kemenangan 81 persen. Sedangkan lembaga survey Poltracking menempatkan pasangan ini di angka 86 persen.
“Data ini adalah data real dan tidak akan berubah dengan penghitungan data yang dilakukan oleh KPU. Tim pemenangan kami pada saat ini juga berusaha melakukan penghitungan dan akan merilis data kemenangan ini,” ucapnya.
Ketua tim pemenangan pasangan Mahyeldi – Audy, Mochklasin mengucapkan terima kasih terhadap seluruh tim dan relawan yang telah bekerja siang dan malam untuk memenangi pasangan ini.
“Perjuangan kita telah membuahkan hasil yang terbaik bagi kita semua. alhamdullilah, kita memenangi Pilgub 2020 ini. Terima kasih kepada seluruh relawan, walau kita juga mendapat serangan seperti money politik yang sangat mencemaskan kita. Tetapi usaha mulia ini memberikan hasil yang terbaik,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mochklasin meminta seluruh relawan untuk terus mengawal proses penghitungan suara agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan yang dapat merugikan kita semua.
“Nanti kita dari tim pemenangan pasangan Mahyeldi – Audy akan mempublikasikan perhitungan suara dari saksi-saksi kita yang ada di seluruh TPS di Sumbar untuk di publikasikan pada hari esok,” jelasnya.
Audy Joinaldy dalam ksempatan tersebut menjelaskan bahwa lembaga survey yang ada cukup konsisten dalam memaparkan data. Oleh karena itu, Audy meminta relawan untuk tetap mengawal hingga ada ketetapan dari KPU.
“Kita harus menjaga suara-suara kita sampai ada data ketetapan dari KPU. Semoga hasilnya tidak jauh berbeda. Selisih dari pasangan lain telah cukup untuk menetapkan kita sebagai Gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat. Jadi tidak perlu pengajuan dari Mahkamah Konstitusi untuk menetapkan kami sebagai gubernur dan wakil gubernur,” tutupnya. (edg)