Padang, rakyatsumbar.id—Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade, mengunjungi Posko Pengungsian warga terdampak banjir luapan Sungai Batang Kuranji di SDN 02 Cupak Tangah, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (29/11/2025).
Dalam kunjungan itu, Andre menyerahkan 1.000 bungkus nasi bungkus untuk warga yang mengungsi serta 750 paket sembako sebagai bantuan langsung.
Ia juga hadir didampingi putri sulungnya, Azizah Salsa (Zize), yang turut memberikan bantuan Rp10 juta untuk kebutuhan pakaian bagi masyarakat terdampak.
Pada kunjungannya tersebut, Andre dan Azizah Salsa juga berinteraksi langsung dengan para pengungsi untuk memastikan pasokan kebutuhan logistik dan penanganan kesehatannya di posko pengungsian berjalan lancar.
Selain menyerahkan bantuan, dalam kunjungan di posko pengungsian di Pauh tersebut Andre Rosiade menyampaikan bahwa ia akan segera melakukan konsolidasi dengan BP BUMN dan Danantara untuk memobilisasi bantuan BUMN bagi Sumatera Barat.
Ia juga dijadwalkan bertemu Menteri Pekerjaan Umum guna membahas percepatan perbaikan infrastruktur pascabencana.
“Seluruh balai Kementerian PUPR di wilayah Sumbar sudah melaporkan kerusakan yang terjadi. Insya Allah Senin nanti, setelah pertemuan dengan Danantara dan BP BUMN, saya akan bertemu Menteri PU untuk membahas pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, termasuk jalan-jalan,” ujarnya.
Andre menegaskan, Pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen untuk melakukan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak, termasuk jembatan, jalan, serta jaringan irigasi.
Ia juga menekankan bahwa penanganan bencana saat ini terus dilakukan oleh Pemprov Sumbar, TNI, Polri, dan BNPB.
Politisi Gerindra itu menyampaikan bahwa ia akan melanjutkan kunjungan ke wilayah terdampak di Kabupaten Agam dan Pasaman Barat, meski beberapa akses jalan masih tertutup.
Andre juga mengungkapkan bahwa Partai Gerindra telah membuka sejumlah posko dan dapur umum di berbagai kota dan kabupaten terdampak bencana.
“Hari Selasa nanti, kami akan mengirimkan 5.000 paket sembako untuk masyarakat di Kabupaten Agam,” katanya.
Sementara itu, Camat Pauh, Titin Masfretin, melaporkan bahwa jumlah warga yang mengungsi akibat bencana banjir dan longsor di Kecamatan Pauh, telah melampaui 1.500 orang, tersebar di 12 titik pengungsian, belum termasuk mahasiswa yang juga turut mengungsi.
“Hingga Sabtu siang, dua warga masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian, yakni satu perempuan dan satu laki-laki. Sementara itu, data kerusakan mencatat lebih dari 700 rumah terdampak, mulai dari yang hanyut, rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan. Selain itu, lima rumah ibadah turut mengalami kerusakan akibat bencana,” terangnya.
Ia menyampaikan untuk penanganan di lapangan, alat berat telah dikerahkan ke kawasan Batu Busuk untuk memindahkan material yang menghambat aliran sungai dan akses jalan.
Di beberapa lokasi yang sulit dijangkau kendaraan, bantuan terpaksa diantarkan menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki. Salah satunya berada di kawasan Batu Busuk,yang memiliki dua titik pengungsian berisi sekitar 50–60 jiwa,” jelasnya.
Ia menyampaikan terimakasih atas dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk menanganan dampak bencana yang ada di Pauh.
“Baik dari unsur pribadi, organisasi, lembaga, pemerintah, maupun swasta untuk masyarakat terdampak bencana.
“Alhamdulillah tadi juga Pak Andre Rosiade juga datang langsung ke posko pengungsian yang ada di SD 02 Cupak Tangah, dan menyalurkan bantuan logistik. Saat ini untuk logistik kita masih terpenuhi,” pungkasnya. (mul)





