Utama  

Potensi Pengosongan Kawasan Kampus UIN Imam Bonjol Sumbar Pascabanjir Longsor, Perlunya Solusi Cepat dan Tim Tanggap Bencana

Wakil Rektor II UIN IB, Lukmanul Hakim.

Padang, Rakyat Sumbar— Kawasan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Sumatera Barat mengalami longsor pada Selasa, 25 November 2025 sekitar pukul 13.40 WIB. Longsor yang terjadi di lereng antara Gedung A dan Gedung B FEBI menyebabkan sejumlah kendaraan, yaitu empat mobil dan tiga sepeda motor, tertimbun dan mengalami kerusakan material. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Melihat cuaca ekstrem yang masih berlangsung dan potensi longsor susulan, pihak UIN Imam Bonjol mengambil kebijakan strategis dengan mengalihkan kegiatan belajar-mengajar secara daring mulai tanggal 25 hingga 28 November 2025 demi menjaga keselamatan mahasiswa dan sivitas akademikanya. Wakil Rektor II UIN IB, Lukmanul Hakim, menyatakan hal ini dikarenakan cuaca yang ekstrem, jadi perkuliahan dilakukan secara online.

Menanggapi insiden ini, Zirma Juneldi, mantan Ketua Umum Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Sumbar, menegaskan pentingnya langkah cepat dan terkoordinasi dari pihak kampus dan pemerintah. Dia menyarankan agar UIN Imam Bonjol segera mengundang para ahli dari Inkindo serta konsultan yang pernah menangani proyek di kampus, termasuk konsultan penyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Pembuatan Tim Tanggap Bencana UIN-IB sangat diperlukan untuk mitigasi bencana secara terpadu. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat harus segera dilakukan,” ujar Zirma.

Lebih lanjut, Zirma juga mengungkapkan perlunya pembahasan apakah kawasan kampus harus ditinggalkan sementara untuk memastikan keamanan warga kampus. Namun, hal ini menjadi tantangan tersendiri karena ribuan mahasiswa tinggal di kos sekitar kampus, sehingga pemindahan sementara kegiatan belajar-mengajar tidak mudah dilakukan.

Zirma menekankan agar pertemuan dan koordinasi segera dilakukan untuk merumuskan solusi komprehensif yang dapat meminimalisir risiko bencana dan tetap menjamin kelangsungan proses pendidikan dengan aman.(fwi)