Padang, Rakyat Sumbar.id – Program Pesantren Ramadan 1447 Hijriah resmi dibuka pada Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan berlangsung hingga 15 Maret 2026 secara serentak di sekitar 1.250 masjid dan mushala di seluruh Kota Padang.
Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan penting ini adalah Musala Nurul Ikhlas, Perumahan Tarok Indah 2, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.
Ketua Pelaksana Pesantren Ramadan di Mushala Nurul Ikhlas, Hard Hanifah Jalius dalam sambutannya mengimbau para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan disiplin guna mendapatkan manfaat maksimal. “Kami harap para peserta dapat menjalani pembelajaran dengan penuh kesungguhan agar ilmu yang didapat dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selama masa pesantren berlangsung, peserta akan dibimbing oleh Hard Hanifah Jalius bersama Ustad Roki Syah Putra dan Ustad Muhammad Putra Pamungkas, yang juga berperan sebagai pengajar utama. Selain itu, guru-guru dan remaja masjid ukhuwah turut membantu memberikan materi pembelajaran yang komprehensif.
Firman Wanipin, Ketua RW 011 Rimbo Tarok, Kelurahan Gunung Sarik, menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap program Pesantren Ramadhan mampu mencetak generasi muda yang cerdas dan berkarakter kuat.
“Kami mendukung penuh instruksi Bapak Walikota terkait Pesantren Ramadhan Berbasis Smart Surau untuk mewujudkan Padang Juara. Semoga anak-anak kita semakin bertambah ilmu agamanya dan menjadi generasi yang unggul,” katanya.
Dalam acara pembukaan, Muhammad Putra Pamungkas, sebagai bagian dari pengurus Musala Nurul Ikhlas Bidang Dakwah dan Pendidikan, membacakan amanat Wali Kota Padang, Fadly Amran. Wali Kota menyampaikan bahwa tema Pesantren Ramadhan kali ini adalah “Pesantren Ramadhan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara.” Tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti pengaruh budaya global, pergeseran nilai, serta ancaman narkoba, perundungan, dan gaya hidup bebas.
Program ini diharapkan menjadi benteng moral dan spiritual yang kuat bagi generasi muda serta menjadi ruang pembinaan karakter yang efektif dan menyeluruh.
Pelaksanaan pesantren Ramadan di 104 kelurahan telah dipersiapkan dengan sistematis, meliputi penjadwalan, mekanisme pendaftaran, penunjukan penanggung jawab teknis dan operasional, serta metode pembelajaran dan sistem penilaian yang terstruktur.
Integrasi program dengan kurikulum sekolah melalui modul kokurikuler juga menjadi perhatian utama. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada hafalan semata, melainkan juga mendorong peserta mengaitkan nilai-nilai agama dengan kehidupan nyata, sehingga dapat diaplikasikan dalam keseharian, ujar Muhammad Putra Pamungkas.(fwi)





