Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Kurang Menggembirakan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram, saat Media Briefing, di Padang, Senin, (5/1).

Padang, rakyatsumbar.id — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan pertumbuhan ekonomi di provinsi itu pada 2025, termasuk yang kurang menggembirakan.

“Kalau kami perrhatikan, sejak pascaCovid-19, tahun 2022 masih lumayan. Tapi 2023 pun setelah triwulan 2 pernah mencapai 5,1 [persen], setelah itu seolah olah terperangkap di angka 4,” kata Majid, saat Media Briefing, di Padang, Senin, (5/1).

Ia melanjutkan, bahkan pada dua triwulan (Quarter 3 dan 4) terakhir pada 2025 pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya berada pada angka tiga.

“Ini juga mengakibatkan proyeksi kami untuk pertumbuhan ekonomi tidak terlalu optimistis, apalagi terjadi bencana pada akhir tahun 2025,” ungkap Majid.

Menurut Majid, pada 2025 pihaknya memperkirakan peetumbuhan ekonomi Sumbar maksimal pada angka 4,1 persen.

“Dengan terjadinya bencana, tu kemungkinan sudah,  sehingga range 3,3 sampai 4,1 condongnya saya pertumbuhan ekonomi ke arah 3 ,5 persen,” ungkap Majid.

Ia menyampaikan, sedangkan pada 2026 pihaknya berharap pertumbuhan ekonomi Sumbar bisa tumbub mencapai angka 4,5 persen.

“Kami tunggu proses pemulihan pascabencana bisa berjalan lancar, seperti pembangunan infrastruktur, pertanian, dan program rehab perumahan,” pungkas Majid.(byr)