Limapuluh Kota, rakyatsumbar.id—Memperkuat tali silaturahmi dan sinergitas antara institusi kepolisian dengan insan pers, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Syaiful Wachid akan menggelar acara coffee morning dan diskusi ringan bersama awak Luak Limopuluah.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (13/01/2026) pukul 10.00 WIB di Balai Wartawan Luak Limopuluah, bertujuan untuk membuka ruang komunikasi yang lebih erat, terbuka dan konstruktif antara pihak kepolisian dan jurnalis.
Menurut Kapolres melalui Kasi Humas Polres Limapuluh Kota AKP. Kurnia, acara ini merupakan inisiatif Kapolres Limapuluh Kota untuk menjalin kemitraan yang solid dalam penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui obrolan santai sambil menikmati secangkir kopi ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis. Kami siap membuka komunikasi dan informasi seluas-luasnya kepada rekan-rekan wartawan terkait program, kegiatan dan perkembangan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota,” ujar AKP Kurnia, Senin (12/01/2026).
Diskusi ringan tersebut akan menjadi wadah bagi awak media untuk berinteraksi langsung, menyampaikan masukan serta membahas isu-isu terkini yang terjadi di tengah masyarakat.
Peran media sangat penting sebagai mitra Polri dalam mendukung stabilitas nasional dan menyebarluaskan berita positif yang mengedukasi publik.
“Kami berharap kerja sama dan koordinasi antara awak media di Luak Limopuluah dan Polres Limapuluh Kota dapat berjalan dengan baik, serta dapat merespons cepat informasi yang dibutuhkan oleh jurnalis,” tambahnya.
Kegiatan ini direncanakan akan dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Limapuluh Kota dan para jurnalis dari berbagai platform media di Luak Limopuluah yang meliputi Limapuluh Kota dan Payakumbuh.
Ketua PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota Aspon Dedi, sangat mendukung niat baik Kapolres Limapuluh Kota bersama insan Pers,karena banyak hal juga yang akan disampaikan bersama jajaran Polres setempat.
“Sebab, melihat dan mendengar banyaknya telepon dan info yang masuk ke handphone nya soal informasi perlakuan dari beberapa oknum yang mengatasnamakan wartawan, namun pola kinerjanya di lapangan tidak mencerminkan seorang jurnalis yang profesional,” kata Aspon.
“Jika hal ini selalu dibiarkan, maka akan tercorenglah nama baik dan reputasi media lain, karena mereka bekerja secara profesional yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” sebut Aspon Dedi. (sdn)




