Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Dibekali Peningkatan Kapasitas

Anggota DPRD Limapuluh Kota Safrinal Dt. Jambek saat penutupan Peningkatan Kapasitas Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Nagari Guguak VIII Koto Kecamatan Guguak 
Anggota DPRD Limapuluh Kota Safrinal Dt. Jambek saat penutupan Peningkatan Kapasitas Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Nagari Guguak VIII Koto Kecamatan Guguak 

Limapuluh Koto, rakyatsumbar.id—-Setelah tiga hari digelar, Peningkatan Kapasitas Niniak Mamak dan Bundo Kanduang ditutup Anggota DPRD Limapuluh Kota Safrinal Dt Jambek Bersama Kabid Kebudayaan Disdikbud Limapuluh Kota Ali Hasan, Sabtu (30/08/2025).

Wali Nagari Guguak VIII Koto Mulyadi  menyampaikan, pelatihan lembaga adat niniak mamak dan bundo kanduang di Nagari Guguak VIII Koto yang digelar dari tanggal 28 sampai 30 Agustus 2025, diinisiasi oleh Anggota DPRD Limapuluh Kota Safrinal Dt Jambek.

“Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari LKAAM Kabupaten Limapuluh Kota dan Bidang Kebudayaan Disdikbud Limapuluh Kota, semoga dapat menambah wawasan tentang adat dan juga sebagai bentuk dukungan pemerintah nagari terhadap adat dan budaya agar adat dan budaya kita akan terus lestari,” harap wali nagari.

Camat Gugak Gusni Hendrix, SSTP.,MAP sampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat  non fisik adalah sangat penting didalam kehidupan sehari-hari.

“Lewat pelatihan ini tentu diharapkan para pemangku adat seperti niniak mamak dan bundo kanduang bisa sebagai garda terdepan guna membentengi anak cucu kemenakan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Anggota DPRD Limapuluh Kota Safrinal Dt Jambek, lewat dana pokok pikirannya (Pokir) ia melaksanakan kegiatan guna peningkatan kapasitas sekaligus silaturahmi Niniak Mamak dan Bundo Kanduang, Nagari Guguak VIII Koto Kecamatan Guguak mengelar Pelatihan Lembaga Adat Nagari Guguak VIII Kota, bertempat di Hotel Sago Bunggsu 2.

“Antusias peserta sangat tinggi, bayangkan dalam undangan yang dikirimkan kuota awal 43 orang Niniak mamak dan 43 orang Bundo Kanduang, namun dalam perjalanannya terjadi penambahan peserta menjadi 92 orang,” sebut Safrinall Dt Jambek.

Disampaikannya, pelatihan peningkatan kapaaitas Niniak Mamak dan Bundo Kanduang ini, didasarkan kepada kehidupan masyarakat Minangkabau bertumpu kepada tiga pilar, yaitu Niniak Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai atau yang lebih dikenal dengan Tigo Tungku Sajarangan.

“Dalam sistem kekerabatan matrilineal, perempuan menempati posisi strategis dalam urusan kehidupan sosial  dimana setiap tiang urusan adat dan sosial terpaku pada perempuan,” katanya.

Niniak Mamak dan Bundo Kanduang, lanjutnya, dituntut untuk dapat memperkuat peran dalam membentengi anak kemenakan kita dari pesatnya perkembangan zaman. Selain itu juga mempunyai peran dalam memelihara adat dan budaya Minangkabau. Oleh karena itu harus memiliki sifat kepemimpinan yang sejati.

“Untuk itu kami dalam kesempatan ini mengajak Niniak Mamak dan Bundo Kanduang kembali memperkuat peran sebagai Minang Sejati sesuai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Didiklah anak kemenakan kita dengan tiga kecerdasan yaitu intelektual, emosional, dan spiritual,” ajak Safrinal Dt Jambek

Pada kesempatan yang sama, atas nama Bupati Limapuluh Kota yang diwakili Kabid kebuyaan Diisdikbud Ali Hasan menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan adat dan budaya kita.

“Sederet rangkaian kita pada hari ini adalah turunan dari visi dan misi Bupati Limapuluh Kota H.Safni. Pembangunan mental dan karakter anak-anak pada hari ini memang sangat diperlukan. Untuk pembangunan mental dan karakter ini, peran niniak mamak dan bundo kanduang sangat diperlukan sekali. Makanya pembangunan itu tidak hanya sekedar untuk fisik semata, tetapi mental juga perlu,” ungkap Ali Hasan. (sdn)