Menteri PPPA bakal launching Desa Ramah Perempuan se-Kota Pariaman.
Pariaman, rakyatsumbar.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengapresiasi Walikota Pariaman, Genius Umar.
Hal ini terkait komitmen Pemberdayaan dan perlindungan pada perempuan dan anak melalui gerakan desa ramah Perempuan Anak se-Kota Pariaman yang akan di resmikan, 8 Desember 2022
Genius Umar menjelaskan saat ini Pariaman sudah memiliki 4 Desa masing-masing di kecamatan sebagai model untuk desa ramah perempuan dan anak.
Kemudian ada tambahan dua desa atas inisiasi kepala desa untuk membentuknya.
Dengan ini Kota Pariaman akan deklarasikan seluruh desa dan kelurahan di Pariaman
Pada saat yang sama walikota juga akan melakukan MoU dengan Kapolres dan Kajari tentang layanan korban dan penindakan hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak
“Kehadiran menteri bukan hanya memberi semangat khusus untuk kota Pariaman tapi untuk Sumatera Barat secara keseluruhan.”
“Dengan sistem matrilineal harusnya perlakuan terhadap perempuan lebih baik tetapi faktanya berdasarkan laporan BPS 2019 Tingkat Kekerasan Seksual Level Desa se-Indonesia,” ujar Genius.
Saat ini posisi di Sumatera Barat urutan pertama dan untuk laporan kekerasan perempuan anak berada pada peringkat sepuluh nasional.
“Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan dan pariaman langsung membuat Perda Ketahanan Keluarga 8 dan inovasi lainnya seperti sistem nikah terencana untuk pengurangan angka perceraian dan amankan keluarga atau yang populer disebut SI NINA RANCAK dan Kota Genius, Kota Generasi Aman Ibu Sejahtera
“Kita harus punya perspektif terhadap gender agar framing kita sama melihat kondisi yang terjadi hari ini.”
“Ini masalah empati sebab fenomena gunung es ini dan kasus nga bisa saja terjadi pada siapapun,” ungkapnya.
“Sebelum dilaunching, kita minta deputi di kementrian PPA memberikan paparan peran pemerintah daerah dan sosialisasi tentang undang-undang tindak pidana kekerasan seksual No 12 Tahun 2022,” cetus Genius.
Kegiatan ini juga akan memberikan pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM yang sering terlibat dengan persoalan kekerasan dengan narasumber PPA dari Kepolisian, Rumah Sakit Tarakan Jakarta yang difasilitasi UNDP Indonesia
“Terima kasih juga kepada DR. Margaretha Hanita SH Msi yang membantu, mendorong sehingga UPT PPA ini bisa ditindak lanjuti dan mendapat rekomendasi di provinsi Sumatera Barat untuk dibentuk di kota Pariaman,” ulasnya.
Hadir bersama menteri PPPA nanti pejabat di lingkungan Kementrian PPPA, Rini Handayani Plt Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak dan saf ahli Menteri dan Ibu Ratna Susianawati Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan. (ri)