Padang, Rakyat Sumbar – Sumatera Barat tengah dilanda bencana alam yang dianggap serius oleh tokoh masyarakat Metek Zirma Hadi. Pada early Januari 2026, ia menyampaikan pandangannya bahwa bencana ini merupakan bentuk murka dan azab dari Allah SWT atas kesalahan dan kelalaian umat manusia.
Dalam percakapan yang didapat dari sumber terpercaya, Metek Zirma menekankan bahwa hujan deras dan bencana yang terjadi bukanlah kebetulan semata.
Ia mengingatkan bahwa Allah SWT memiliki kuasa penuh untuk mengalihkan hujan dan angin ke luar wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Oleh karena itu, bencana yang menimpa adalah peringatan keras bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Metek Zirma juga menyinggung khutbah Jumat, 2 Januari 2026 dari Buya Duski Samad, ulama terkemuka di Sumatera Barat yang memberikan solusi spiritual terhadap musibah ini.
Ia mengajak masyarakat untuk menanyakan langsung kepada Buya Duski Samad tentang langkah yang dapat diambil sebagai upaya pelepasan dan pencegahan bencana.
Lebih lanjut, Metek Zirma menyerukan agar Gubernur Sumatera Barat mengajak para ulama, tokoh adat, dan seluruh masyarakat untuk melaksanakan Shalat Taubat bersama di Masjid Raya Sumatera Barat.
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan kelalaian manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya.
Seruan ini menjadi panggilan penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk introspeksi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan serta ketaqwaan guna menghindari bencana di masa mendatang.(fwi)





