Inovasi Pakan Sapi dari PPNP: Ciptakan Pellet Komplit Gantikan Rumput

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh kembangkan “Pellet Pakan Komplit” untuk penggemukan sapi potong dalam aksi nyata kampus berdampak langsung kepada masyarakat.

Payakumbuh, Rakyat Sumbar – Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai kampus vokasi yang aktif mengembangkan inovasi teknologi tepat guna. Terbaru, tim periset kampus ini berhasil menciptakan pellet pakan komplit untuk sapi potong, yang berpotensi menggantikan peran rumput sebagai pakan utama dalam proses penggemukan sapi.

Ketua tim riset, Prof. Dr. Ramayulis, S.Pt, MP, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan terobosan besar dalam dunia peternakan. Selama ini, para petani harus rutin mencari atau menyabit rumput sebagai makanan utama ternak mereka. Namun, dengan hadirnya pellet pakan komplit, kebutuhan tersebut dapat diatasi secara praktis dan efisien.

“Pellet ini mengandung pakan sumber serat, konsentrat, serta suplemen yang telah diformulasi secara tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sapi potong. Dengan pemberian 2% dari bobot tubuh sapi per hari atau sekitar 6–10 kg, sapi sudah tidak memerlukan rumput atau pakan tambahan lain,” ujar Prof. Ramayulis.

Dikembangkan sejak Januari 2025, riset ini telah melalui empat tahap di Laboratorium Nutrisi dan Teknik Pakan PPNP, yakni pengembangan teknologi pakan serat, biokonversi manure layer, suplemen, hingga formulasi pakan komplit. Hasil akhirnya adalah pellet dengan kandungan protein sebesar 13% dan Total Digestible Nutrient (TDN) sebesar 68%, sesuai dengan standar kebutuhan sapi potong selama proses penggemukan. Adapun bahan bakunya berasal dari tape jerami, hasil biokonversi kotoran ayam petelur, serta suplemen permen sapi. Harga jual pellet ini ditaksir sekitar Rp 3.000 per kilogram.

Riset ini merupakan bagian dari Program Riset Katalisator Kemitraan Berdikari, yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan dikelola oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam pelaksanaannya, PPNP berkolaborasi dengan Universitas Negeri Padang (UNP). Tim peneliti terdiri dari Dr. Muthia Dewi, S.Pt, M.Sc, Debby Syukriani, S.Pt, MP, Dr. Feri Ferdian, S.ST., M.M., Ph.D., CHE, Dwi Ananta, S.Pt, M.Sc, dan Isnanda, SP, MM.

Direktur PPNP turut memberikan apresiasi terhadap pencapaian ini dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Riset Katalisator yang berlangsung di Sumatera Barat.

Menariknya, riset ini tidak hanya menghasilkan inovasi produk, tetapi juga menjadi bagian integral dari metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) pada lima mata kuliah di Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Ternak, yang melibatkan 48 mahasiswa. Selain itu, lima mahasiswa semester akhir menjadikan penelitian ini sebagai bagian dari tugas akhir mereka.

Ke depan, pellet pakan komplit ini akan diuji coba dalam skema feedlot fattening sapi potong di SMK PP Negeri Padang Mengatas dan BPTU Padang Mengatas. Data dari pengujian lapangan ini akan digunakan untuk merancang model bisnis yang aplikatif bagi masyarakat peternak.

Prof. Ramayulis berharap, inovasi ini dapat menjadi langkah nyata menuju swasembada daging sapi nasional dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan sapi potong di Indonesia.(*)