Utama  

GPM Jadi Andalan Sumbar Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan saat Ramadan

GPM jadi cara andal dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan saat Ramadan di Sumbar.

Padang, rakyatsumbar.id -Pemerintah Provinsi Sumatera Barat jadikan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama selama momentum Ramadan.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Iqbal Ramadipayana, mengatakan pelaksanaan GPM memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pangan.

“GPM cukup membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama di momen Ramadan seperti sekarang,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (17/3).

Ia menyampaikan, melalui kegiatan ini, pemerintah menghadirkan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Intervensi ini dinilai mampu meredam gejolak harga, sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Selain membantu masyarakat, GPM juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah dengan memperpendek rantai distribusi dan menghadirkan pasokan langsung dari produsen maupun distributor,” terangnya.

Iqbal menjelaskan, empat komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging dan bawang merah tetap menjadi fokus pengendalian pemerintah karena berpengaruh besar terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

“Secara umum harga masih dalam batas normal. Stok juga sebenarnya masih aman, hanya saja ada potensi gangguan di distribusi. Ini yang kita jaga agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, dengan berbagai intervensi yang kita lakukan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemprov Sumbar terus memperkuat koordinasi dengan daerah produsen guna memastikan pasokan tetap terjaga, sekaligus memperlancar distribusi ke daerah konsumen, khususnya wilayah yang masuk dalam Indeks Harga Konsumen (IHK).

“Pemprov Sumbar juga terus mendorong pelaksanaan GPM di berbagai kabupaten dan kota agar dampaknya semakin luas dirasakan masyarakat. Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga pangan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika kebutuhan selama Ramadan,” terangnya.

Ia menegaskan, Dinas Pangan Sumbar juga terus menginformasikan pada pemerintah kabupaten dan kota agar lebih aktif dalam memperkuat upaya dalam menjaga Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) mereka terpenuhi.

“Bagi daerah yang intervensinya masih belum optimal, diingatkan agar segera melakukan pembenahan, termasuk meningkatkan koordinasi dengan daerah produsen dan operator pangan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga dipersilakan mengajukan bantuan ke pemerintah pusat apabila menghadapi kondisi darurat, baik akibat gangguan distribusi maupun bencana alam, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

‘Sumbar masuk tiga provinsi yang telah dipastikan oleh pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kesiapan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang pendistribusiannya dikelola Perum Bulog,” bebernya.

“Dengan sinergi antara daerah dan pusat, sinergi dengan berbagai pihak terkait, melalui arahan Bapanas dan juga yang diintruksikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, kita optimistis stabilitas harga dan pasokan pangan di Sumbar tetap terjaga,” tutupnya.(mul)

Poto : Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Dinas Pangan Sumbar, Iqbal Ramadipayana meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di TVRI Sumbar. (mul)