Padangpanjang, rakyatsumbar.id—Surat Edaran PSSI nomor 2241/PGD/204/V/2026 tentang Edaran IV Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden Tahun 2025/2026 tertanggal 6 Mei 2026, membawa petaka bagi klub Persatuan Sepak Bola Padang Panjang (PSPP).
Dimana, klub kebanggaan masyarakat kota berjuluk Serambi Mekah itu, gagal untuk melangkah ke Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden Tahun 2025/2026, setelah menjadi runner-up di putaran tingkat provinsi.
Dampak kekecewaan itu, dilayangkan manajemen PSPP kepada Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Pusat tertanggal 13 Mei 2026 yang ditandatangani Ketua Umum PSPP Irsyad Hanif.
Dimana, surat Edaran PSSI yang dikiriman oleh Sekretaris PSSI Sumbar itu baru diterima oleh manajemen PSPP tanggal 12 Mei 2026.
Hanif menyampaikan, pada babak penyisihan liga 4 Provinsi Sumatera Barat diikuti sebanyak 10 Tim dengan sistem kompetisi penuh satu putaran, di lanjutkan dengan babak semifinal menggunakan sistem home dan away dan babak final dengan sistem single match, sehingga peringkat 1 sampai 4 melaksanakan total pertandingan sebanyak 12 kali pertandingan.
“Adanya beberapa provinsi yang total pertandingan tim yang lolos kurang dari 12 kali tapi
bisa mengirimkan dua tim ke putaran nasional. Seperti kompetisi Liga 4 Papua Barat Daya 2026 (Piala Gubernur) kompetisi resmi musim ini diikuti oleh 6 tim, jumlah pertandingan 2 tim yang lolos ke nasional hanya 6 pertandingan sampai final,” sebutnya.
Selanjutnya, pada kompetisi Liga 4 Kalimantan Barat diikuti oleh 12 tim, jumlah pertandingan 2 tim yang lolos ke nasional hanya 7 pertandingan sampai final. Begitupun pada kompetisi Liga 4 Papua Tengah musim 2025/2026 yang berlangsung pada Maret 2026 di ikuti 7 tim , jumlah pertandingan 2 tim yang lolos hanya 4 pertandingan sampai final.
“Penentuan jumlah kuota setiap provinsi mengacu pada regulasi kompetisi Liga 4, khususnya Pasal 24.2, yang mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti jumlah peserta, jumlah pertandingan, durasi kompetisi, hingga administrasi berbasis sistem daring SIAP PSSI.D. Berdasarkan Poin A,B,C di atas, Mohon penjelasan perhitungan koefisien 64 Tim yang Lolos Putaran Nasional yang mengakibatkan Tim PSPP tidak lolos ke Putaran Nasional,” katanya.
Hanif juga menyanyangkan keterlambatan informasi tentang tim yang lolos ke putan nasional. Dimana, PSPP jauh-jauh hari telah melaksanakan proses rekrutmen pemain dan pemusatan latihan.
“Jika merujuk pada musim tahun-tahun sebelumnya, PSPP yang telah tiga kali menjadi runner up tingkat provinsi, selalui diikutkan pada putaran nasional dan kenapa tahun ini hilang dalam H-1 draring putaran nasional yakninya tanggal 13 Mei 2026,” sebutnya.
Kekecewaan juga datang dari Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis. Dimana, Hendri Arnis sangat menyayangkan gagalnya PSPP Padangpanjang ke putaran nasional, tanpa adanya pemberitahuan oleh pihak PSSI.
“Usai menjadi runner up, kita yakin PSPP bisa meningkatkan prestasinya di putaran nasional. Tetapi, kenyataan ini menambah luka bagi pecinta PSPP dan masyarakat Padangpanjang,” ucapnya.
Hendri Arnis juga mendorong manajemen PSPP untuk meminta klarifikasi kepada PSSI tentang mepetnya waktu pemberitahuan dan proses drawing putaran nasional.
Paul Hendri, wartawan yang juga pendukung PSPP juga menegaskan kekecewaannya dengan gagalnya PSPP ke putaran nasional.
“Kita selalu mengikuti PSPP dari mulai awal penyisihan hingga final putaran tingkat provinsi. Dimana, saat menjadi runner up, juga diumumkna PSSP bersama PSP Padang maju ke putaran nasional. Tapi kok mendadak, tidak ikut drawing, ini kan jadi pertanyaan bagi masyarakat dan pendukung PSPP,” ucap Paul yang dikenal kritis dalam menganalisis berbagai persoalan itu.
Pemain Telah Jalani Pemusatan Latihan
Ibnu Mareza bersama sejumlah pemain lainnya, juga kecewa dengan gagalnya PSPP lolos ke putaran nasional. Dimana, dia bersama rekannya telah mulai melakukan pemusatan latihan sejak pertengahan April lalu.
Pelatih Kepala PSPP Dian Rama Saputra menyampaikan, proses perekrutan pemain dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan tim dan kecocokan dengan pola permainan yang diterapkan.
“Kita mendatangkan pemain sesuai kebutuhan tim. Harapannya mereka bisa cepat beradaptasi dan chemistry antarpemain dapat berjalan optimal sebelum kompetisi dimulai,” ujarnya.
PSPP tetap mempertahankan sejumlah pemain inti yang menjadi tulang punggung tim saat sukses meraih posisi runner-up Liga 4 Sumatera Barat, di antaranya Ivan Fadilah, Syaiful Ramadhan, Ibnu Mareza, Bima Lesmana, Dimas Adi Putra, Rori Pranandi, serta penyerang andalan Jojo Rahmat Dwi.
Di sisi lain, manajemen juga kembali mendatangkan penjaga gawang andalan musim lalu, Samsul Arifin, untuk memperkuat lini belakang.
Tambahan kekuatan lainnya datang dari Raj Vireen, Muhammad Fadhil, Ikhsan Saifulah, dan Fajar Ginting yang sebelumnya memperkuat Josal FC Piaman. Selain itu, Alfiano, Ridwan, serta striker senior Hanif yang sebelumnya bermain untuk PSLA Sicincin juga bergabung bersama tim.
Sebagian besar pemain baru tersebut sudah mulai mengikuti sesi latihan bersama yang digelar di GOR Khatib Sulaiman Bancalaweh. Dengan kombinasi pemain lama yang telah solid dan tambahan tenaga baru di berbagai lini, PSPP optimistis mampu tampil lebih kompetitif serta melangkah lebih jauh di putaran nasional Liga 4 musim ini. (ned)





