Sawahlunto, rakyatsumbar.id—Panitia penyelenggara lomba menulis esai 2026 dengan tema Tokoh dan Pejuang dalam Catatan Sejarah Global di Sawahlunto dan sub tema Menggali Pemeran dan Pelaku Sejarah Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan RI di Sawahlunto 1858 – 2013, ditutup pukul 23.30 WIB, Senin (16/03/2026).
Dimana, panitia mencatat, jumlah peserta lomba menulis itu mencapai 348 orang, termasuk peserta luar negeri.
Lomba yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat berkolaborasi dengan Forum Pegiat Literasi Adinegoro (FPLA) Kota Sawahlunto.
Sesuai jadwal penutupan penyerahan karya tulis peserta 16 Maret 2026, pihak calon masih memohon perpanjangan agar bisa di ikut sertakan. Namun panitia konsisten tidak memperpanjang masa pendaftaran terakhir pukul 23.30 WIB.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpussip) Sumbar Jumaidi, mengakui sempat kaget melihat animo masyarakat begitu tinggi untuk ikut kompetisi menulis sejarah dan pelakunya di Kota tua Sawahlunto yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO dari tahun 1858 – 2013 dengan tema telah ditentukan oleh panitia.
“Sangat luar biasa, Animo masyarakat sangat tinggi bahkan masih ada yang minta jadwal diperpanjang pada saat terakhir penyerahan tulisan atau artikel. Namun demikian, pihak panitia konsisten dengan penjadwalan kegiatan. Ini bukti gerakan literasi makin hidup ditengah kemajuan teknologi saat ini. Saya sangat apresiasi itu,” ungkapnya.
Jumaidi mengingatkan, proses berikutnya adalah penilaian oleh tiga dewan juri berpengalaman diharapkan mampu melakukannya penilaian secara objektif dan profesional, tidak keluar dari konsep dan tema serta sub tema yang sudah ditetapkan oleh panitia sehingga hasilnya lebih maksimal dan dipercaya.
Sementara, Kabid Layanan Otomasi dan Kerjasama Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar, Fajri Rahman Esra bersama unsur penyelenggara Ketua FPLA Sawahlunto IY.Datmy, Azil Andri dan admin pendaftaran Dwi Akimulhaq menekankan, siap bekerja keras mengingatkan dewan juri untuk menilai secara objektif dan profesional sebagaimana ditegaskan Kadis Perpussip Jumadi.
Dikatakan, peserta tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat Sumbar semata, tapi ada dari berbagai daerah lain di tanah air bahkan luar negeri seperti warga Belanda bernama Leendert Kranendong yang kini tinggal di Perancis.
Leendert mengaku salah satu cucu pelaku sejarah tambang batubara Ombilin era Hindia Belanda di Sawahlunto.
Juri Siap Bekerja
Ketua FPLA Sawahlunto sekaligus panitia penyelenggara kegiatan menyebutkan pendaftaran peserta sudah ditutup pada 16 Maret 2026 pukul 23.30 WIB sejak dibuka 1 Februari 2026. Nantinya, 1 April 2026 akan digelar pelatihan dan diskusi penguatan kapasitas literasi secara daring melalui zoom meeting yang melibatkan seluruh peserta.
Sesuai jadwal, proses penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri pada 6–10 April 2026, dilanjutkan pengumuman pemenang akan disampaikan 15 April 2026 dan penyerahan hadiah serta piagam dan sertifikat akan dilakukan pada saat penyelenggaraan seminar Memperjuangkan Tokoh Pers Nasional Djamaludin Adinegoro Sebagai Pahlawan Nasional di Saka Ombilin Heritage Sawahlunto, 29 April 2026 mendatang.
Menurut IY.Datmy, seminar akan di ikuti 100 peserta dari berbagai elemen dan lembaga, plus enam pemenang lomba menulis esai yang akan menerima hadiah lomba dengan total hadiah sebesar Rp 16 juta.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat Hj.Neldaswenti Zohirin ikut bangga dengan jumlah peserta. Dia merupakan penyokong kegiatan berharap pelaksanaan kegiatan berlangsung sukses dan mampu membangkitkan minat literasi ditengah masyarakat. (Iyd)





