DAERAH  

Dilepas Wako Hendri Arnis, AKBP Kartyana Widyarsa Pindah ke Dharmasraya

Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis menyerahkan cinderamata kepada Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarsa Nugroho Putro yang akan pindah tugas ke Polres Dharmasraya, Sabtu (03/01/2026) malam.
Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis menyerahkan cinderamata kepada Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarsa Nugroho Putro yang akan pindah tugas ke Polres Dharmasraya, Sabtu (03/01/2026) malam.

Padangpanjang, rakyatsumbar.id — Jelang mengakhiri tugasnya AKBP Kartyanan Widyarso Nugroho Putro di Padangpanjang, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang menggelar acara pisah sambut Kapolres Padangpanjang di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (03/01/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi momentum penghormatan atas pengabdian Kapolres lama sekaligus penyambutan Kapolres baru dalam upaya melanjutkan sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, SIK., MAP, resmi mengakhiri masa tugasnya setelah menjabat sejak 15 Januari 2024 hingga 2 Januari 2026 dan akan mengemban tugas selanjutnya sebagai Kapolres Dharmasraya.

Jabatan yang ditinggal AKBP Kartyana Widyarsa Nugroho Putro diemban AKBP Wisnu Hadi, SIK., MIK, lulusan Akpol 2006, yang sebelumnya bertugas di Polres Bombana, Sulawesi Tenggara.

Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis didampingi istri, Ny. Maria Feronika, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi Kapolres lama selama hampir dua tahun bertugas di Padangpanjang.

Menurutnya, peran kepolisian sangat terasa dalam berbagai situasi krusial yang dihadapi daerah.

“Terima kasih atas pengabdian, dedikasi, dan kerja keras Bapak AKBP Kartyana selama bertugas di Padangpanjang. Mulai dari penanganan galodo, erupsi Gunung Marapi, pengawalan jalannya demokrasi Pemilu, pengamanan lalu lintas, hingga penanganan bencana hidrometeorologi longsor di wilayah hukum Polres, khususnya di Kota Padangpanjang,” ujar Hendri.

Hendri Arnis juga berpesan agar Kapolres lama tetap menjalin silaturahmi dengan Padangpanjang.

“Jangan lupakan Padangpanjang. Tetap ingat kota ini dan orang-orang di sini. Padang Panjang akan selalu menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Bapak,” ucapnya.

Kepada Kapolres baru, Hendri Arnis berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun antara Polres dan pemerintah kota dapat terus diperkuat demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami berharap kebersamaan, komunikasi, dan kolaborasi antara Polres dan Pemerintah Kota semakin solid dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, AKBP Wisnu Hadi yang hadir didampingi istri, Ny. Linda Wisnu Hadi menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Pemko dan seluruh unsur Forkopimda.

Ia menegaskan, dukungan dan kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas.

“Tanpa dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat, kami tidak akan bisa bekerja maksimal. Kami mohon sinergi bersama untuk menjaga situasi kamtibmas di Kota Padangpanjang,” ujarnya.

Kapolres lama, AKBP Kartyana didampingi istri, Ny. Rifka Kartyana, turut menyampaikan terima kasih atas sinergi, kebersamaan, dan dukungan selama bertugas. Ia juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan, baik dalam sikap maupun tutur kata.

“Kami mohon maaf atas segala kekurangan selama menjalankan tugas. Mohon doa dan dukungan untuk kami dalam mengemban amanah baru di Dharmasraya. Apa yang baik dari Padangpanjang akan kami bawa, dan apa yang kurang akan kami perbaiki,” tuturnya.

Ia menambahkan, Padangpanjang akan selalu memiliki tempat tersendiri di hatinya.

“Jangan anggap kami sebagai orang jauh. Sekali orang Padangpanjang, selamanya tetap orang Padangpanjang. Jika rindu dengan senyum warga dan kebersamaan Forkopimda, insya Allah kami akan mampir,” ujarnya.

Acara pisah sambut ini turut dihadiri Wakil Wali Kota, Allex Saputra beserta istri, Ketua DPRD, Imbral beserta Wakil Ketua, Mardiansyah dan anggota, unsur Forkopimda, Sekdako, para kepala OPD, Ketua DWP, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, serta tokoh masyarakat. (ned)