Diduga Ada Belatung dan Buah Busuk, Orang Tua Keluhkan Menu MBG 

Dharmasraya, rakyatsumbar.id — Kualitas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), kembai menjadi sorotan, setelah wali murid mengeluhkan temuan belatung dalam salah satu hidangan serta kondisi buah yang dinilai tidak layak konsumsi di SDN 21 Pulau Punjung, Dharmasraya.

Keluhan ini mencuat setelah beredar vidio menu MBG yang di unggah oleh pemilik akun Tik Tik ketua Komite sekolah, pada Jumat (17/04/2026).

Dalam salah satu menu, warga mengaku menemukan belatung, sementara buah yang disediakan disebut banyak yang sudah busuk.

“Awalnya tidak curiga, tapi saat diperiksa ternyata ada belatung di makanan. Buahnya juga banyak yang lembek dan tidak segar,” kata Ketua Komite SD N21 Pulau Punjung, Senin (20/04/2026).

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait standar kebersihan dan kualitas makanan yang disalurkan, terlebih program MBG ditujukan untuk mendukung asupan gizi masyarakat.

“Vidio menu MBG berbelatung itu memang saya yang unggah, karena sudah terlalu sering menu dari MBG ini tidak layak,” ucapnya.

Ia mengatakan, menu MBG yang berbelatung merupakan kali pertama. Namun, lanjutnya, soal menu buah buahan sering menjadi keluhan, karena sudah tidak layak.

“Keluhan itu sudah sering dan memang tidak semua, tapi tidak direspon oleh pihak SPPG,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini hingga kedepan, menu MBG untk SD N21 tersebut dialihkan pada dapur MBG yang lebih dekat dengan lokasi sekolah.

“Hasil kesepakatan tadi, setelah seluruh pihak turun, bahwa menu di alihkan pada dapur lain yang dekat dengan sekolah,” ucapnya.

Dinkes Lakukan Investigasi

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya, mengakui telah melakukan investigasi terkait temuan ulat pada menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah dasar di daerah itu.

“Kita dari dinkes dan disdik telah terun ke sekolah hari ini. Dan betul temuan ulat pada menu MBG ini benar adanya,” kata Yosta Defina.

Ia mengemukakan temuan ulat terdapat pada menu Telur Saus Asam Manis program MBG hari Jumat (17/04/2026). Laporan awal terkait hal itu berasal dari unggahan masyarakat di media sosial.

Ia mengatakan temuan ulat terjadi pada penerima manfaat di Sekolah Dasar Negeri 21 Pulau Punjung. Dapur penyedia program MBG di sekolah tersebut adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Gizi Utama Nusantara Gunung Medan.

Ia memastikan proses investigasi tidak berhenti pada sekolah tempat temuan ulat ditemukan, tetapi juga pada dapur penyedia makanan yang menjadi sumber pasokan.

“Dalam waktu dekat kita juga akan turun ke dapur yang menyediakan makanan untuk melihat SOP yang dijalankan, bagaimana pengolahan, penyajian, hingga pendistribusiannya. Setelah itu baru dapat disampaikan hasilnya,” ujarnya

Ia memastikan kondisi kesehatan anak-anak yang menyantap menu MBG pada hari itu dalam keadaan sehat dan tidak ada yang mengalami keluhan kesehatan.

Ia menambahkan sebelum kejadian itu penerima manfaat juga sering mengeluhkan menu MBG yang yang terima, seperti buah busuk serta menu yang tidak sesuai dengan selera anak-anak.

“Informasinya banyak keluhan terkait menu yang diterima, memang tidak selalu, tapi ada. Seperti misalnya buah busuk hingga menu tidak sesuai selera. Dan ini sudah disampaikan ke ahli gizi dapur, namun informasinya laporan tidak direspon,” ujarnya.

SPPG Hentikan Pengiriman MBG

Terpisah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Medan, Permadi Sukma Saputra, saat di konfirmasi awak media juga membenarkan terkait temuan ulat pada menu MBG.

Ia mengatakan, kejadian yang ditemukan pada Jumat (17/04/2026), di sekolah tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pihaknya.

“Ini akan menjadi bahan evalusi bagi kami untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia mengatakan SPPG Gunung Medan juga memberhentikan sementara penyaluran program MBG ke sekolah tersebut. Pihaknya juga menyebutkan tim Dinkes setempat telah melakukan investigasi terkait temuan itu.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga standar higienitas dan kualitas dalam setiap program bantuan makanan, agar tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dapat tercapai secara optimal. (yy)