Padangpanjang, rakyatsumbar.id — Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang kembali menggelar diskusi rutin, Sabtu (07/03/2026). Kali ini, menghadirkan salah satu alumninya, Dr. Adri Yandi, S.Sn., M.Sn, Seniman sekaligus dosen Jurusan Televisi dan Film, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ISI Padangpanjang materi bertajuk Unlock Infinity: Strategi Kreatif Bebas Batas.
Adri Yandi menyampaikan perihal perjalanannya bergabung dengan Komunitas Seni Kuflet. Dari pengalaman tersebut kemudian mengarahkan pembahasan pada konsep creatife thinking atau cara berpikir kreatif yang tidak membatasi kemungkinan ide.
Adri Yandi membuka diskusi dengan menanyakan kepada peserta alasan mengapa seseorang perlu berpikir kreatif.
Adri Yandi mengatakan, awalnya dia tidak sepenuhnya percaya bahwa semua cabang seni memiliki kesamaan.
“Namun setelah bergabung di Komunitas, saya menemukan jawabannya. Percaya tidak bahwa seni itu sebenarnya sama, hanya mediumnya yang berbeda. Musik, film dan lukis serta teater memiliki pola yang serupa,” ujarnya Dosen TV dan Film yang memiliki kemampuan melukis dan Kriya Seni.
Peserta diskusi Windi, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana membuat konten yang berbeda dari orang lain.
Adri mengatakan, pentingnya memperluas cara pandang dalam proses kreatif. Contohnya ketika seseorang diminta membuat konten promosi hotel, seorang kreator tidak seharusnya berpikir terbatas hanya pada hotel itu sendiri, melainkan melihat kemungkinan lain yang lebih luas agar ide yang muncul menjadi lebih segar dan unik.
Adri mengajak peserta untuk mempraktikkan konsep tersebut, membagikan kertas dan meminta peserta menuliskan kata-kata yang berkaitan dengan satu kata utama. Awalnya peserta masih menulis kata yang berhubungan langsung.
“Namun setelah tidak terpaku pada kata pertama, berbagai kata yang lebih bebas dan tidak terduga mulai bermunculan,” ujarnya.
Adri sembari mengenang masa-masanya saat masih menjadi anggota Kuflet. Ia mengaku dulu merupakan pribadi yang introvert, namun melalui aktivitas di komunitas belajar untuk lebih aktif berbicara dan menyampaikan gagasan di depan orang lain.
“Banyak batasan yang sebenarnya hanya ada di pikiran manusia. Hal-hal yang kita kira memiliki batas sebenarnya bisa kita hancurkan batasnya,” ujarnya.
Pendiri Komunitas Seni Kuflet Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., mengatakan, sengaja menghadirkan alumni dalam diskusi kali ini dan ternyata diskusi berlangsung santai namun penuh antusiasme.
“Kehadirannya sebagai alumni Komunitas Seni Kuflet mampu memberikan inspirasi tersendiri bagi adik-adiknya yang aktif berkegiatan di Kuflet,” tutur Sastrawan dan sutradara teater itu. (ned)





