Utama  

Baznas Padangpanjang akan Terapkan Pola Jemput Zakat

Novi Hendri: Target Kita di Tahun 2026 Rp7 Miliar

Ketua Baznas Kota Padangpanjang Novi Hendri didampingi sejumlah pengurus saat menerima kotak infak dan sedekah dari salah satu pemilik warung.
Ketua Baznas Kota Padangpanjang Novi Hendri didampingi sejumlah pengurus saat menerima kotak infak dan sedekah dari salah satu pemilik warung.

Padangpanjang, rakyatsumbar.id—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padangpanjang kembali melaksanakan sejumlah gebrakan dalam mencapai target pengumpulan zakat, infak dan sedekah di daerah itu.

Salah gebrakannya, dengan menerapkan pola Jemput Zakat, bagi para Muzakki yang berada di Kota Padangpanjang maupun di luar Padangpanjang, tentunya dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kita diberi target oleh bapak wali kota, untuk mengumpulkan zakat, infak dan sedekah di tahun 2026 ini sebesar Rp7 miliar. Angka tersebut, terbilang cukup besar untuk Kota Padangpanjang,mengingat capaian di tahun sebelumnya hanya Rp5,2 miliar dari target Rp4,9 miliar,” kata Ketua Baznas Kota Padangpanjang Dr. Novi Hendri,SE., M.Si Dt. Bagindo Saidi didampingi Waka Bidang Pengumpulan Syamsuarni,S.Ag, Senin (12/01/2026).

Disampaikan Novi Hendri, meskipun gebrakan tersebut masih dalam tahap pembahasan di tingkat pimpinan Baznas setempat. Tetapi, akan diterapkan untuk mengelola potensi zakat yang diperkirakan mencapai Rp10 miliar hingga Rp12 miliar pertahunnya.

“Selain melalui Baznas, cukup banyak masyarakat kita yang menyalurkan zakatnya baik itu zakat mal maupun zakat fitrah, langsung kepada masyarakat dan selama ini belum terdata dengan maksimal,” urainya.

Selain akan melakukan pola jemput pola, Baznas Kota Padangpanjang terus membenahi dari segi pelayanan dan penyaluran zakat kepada masyarakat.

“Alhamdulilah, kantor yang baru di kawasan Islamic Centre Padangpanjang menjadi semangat baru kami pengurus Baznas. Selain tempat yang lebih represetatif dan juga bisa memaksimalkan pelayanan yang kami berikan,” lanjutnya.

Untuk pengurus bantuan melalui Baznas sendiri, sebut Novi, masyarakat cukup datang ke kantor Baznas dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya.

“Nanti masyarakat akan dilayani oleh resepsionis dan langsung melihat berkas yang dibawa oleh pemohon. Setelah berkas masuk, dalam tiga hari akan dilaksanakan survei ke lokasi pemohon dan ditindaklanjuti dengan rapat unsur pimpinan menentukan bantuan yang akan diberikan,” jelas Novi Hendri yang juga seorang akademisi itu.

Sebar 26 Kotak Infak dan Sedekah

Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan infak dan sedekah, tidak hanya mengantarkan langsung ke kantor Baznas, tetapi juga bisa menyalurkan melalui kontak infak dan sedekah yang disebar di sejumlah lokasi di Padangpanjang.

“Jumlahnya ada 26 kotak infak dan sedekah, ada yang di warung, musala dan masjid. Kita bekerjasama dengan pengelola tempat itu, nanti setelah terkumpul akan diantarkan langsung oleh pengelolanya ke Baznas atau dijemput oleh petugas,” sebut Novi.

Khusus untuk infak dan sedekah, pihaknya memang tidak menentukan batas waktu pengumpulannya, tergantung kesepakatan pihak Baznas dengan pengelola tempat kotak infak dan sedekah.

“Minggu kemarin, ada salah satu pengelola kotak yang mengantarkannya ke Baznas. Kami cukup terkejut juga dengan jumlah yang berhasil terkumpul. Jika memang ini menjadi salah satu potensi, tentu akan kita maksimalkan,” ucapnya.

Novi juga menyampaikan, dalam penyaluran zakat, Baznas Padangpanjang memiliki program Padangpanjang Makmur, Padangpanjang Cerdas, Padangpanjang Sehat dan Padangpanjang Peduli. (ned)