PADANG  

Apel Kehormatan Bukan Sekadar Seremonial, Mastilizal Aye Dorong Perhatian untuk Anak Pejuang

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye saat kegiatan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kuranji, Senin dini hari (17/08/2026).
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye saat kegiatan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kuranji, Senin dini hari (17/08/2026).

Padang, rakyatsumbar.id — Di tengah heningnya malam dan suasana penuh khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH., mengajak semua pihak memaknai kemerdekaan lebih dari sekadar upacara dan seremonial.

Pesan itu disampaikannya usai mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kuranji yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran, Senin dini hari (17/08/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, perwakilan Kejaksaan Negeri Padang, serta jajaran pimpinan OPD Pemko Padang.

Bagi Mastilizal Aye, momentum tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang kemerdekaan, kegiatan itu sekaligus menjadi ziarah pribadi baginya karena ayahnya juga dimakamkan di TMP Kuranji.

“Bagi saya ini sekaligus ziarah, karena di Taman Makam Pahlawan Kuranji ini juga dimakamkan ayah saya. Tapi saya ingin mendorong semua pihak, terutama Pemko Padang, untuk memperhatikan anak-anak pahlawan dan pejuang kemerdekaan yang sedang mengalami kesusahan,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut saat diwawancarai awak media, Selasa (18/08/2026).

Menurut Aye, penghormatan terhadap jasa pahlawan tidak cukup hanya dengan menundukkan kepala sejenak di hadapan pusara mereka. Penghormatan yang sesungguhnya adalah memastikan cita-cita kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk keluarga para pejuang yang telah berjasa bagi bangsa.

Ia menegaskan, perhatian terhadap anak-anak pahlawan dan pejuang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Para pengusaha, anggota DPRD, dan seluruh elemen masyarakat juga memiliki kewajiban moral untuk ikut membantu mereka yang membutuhkan.

“Kita merasa miris, masih ada anak kurang mampu yang tidak melanjutkan pendidikannya karena ketiadaan biaya. Ini masalah kita bersama yang harus kita pikirkan,” katanya.

Aye pun mengajak seluruh masyarakat mengisi kemerdekaan sesuai dengan bidang dan profesi masing-masing. Menurutnya, perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui kerja nyata, pelayanan yang baik, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Jangan ada lagi pungli dan parkir liar. Jangan ada lagi lalai dalam pelayanan. Kita harus bekerja maksimal sesuai profesi kita masing-masing untuk membangun Indonesia,” tegas alumnus SMA Negeri 5 Padang itu.

Ia menilai, wajah kemerdekaan semestinya terlihat dari terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat. Tidak boleh ada warga miskin yang kesulitan mendapatkan pengobatan, anak-anak yang terpaksa putus sekolah karena biaya, maupun orang tua yang harus tinggal di rumah yang tidak layak.

Begitu pula dengan atlet berprestasi. Menurut Aye, mereka harus mendapatkan dukungan agar dapat terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah maupun bangsa, bukan justru berhenti berprestasi karena terkendala biaya.

“Jangan ada lagi warga yang tidak nyaman hidup di negeri ini karena dipalak ketika parkir, dipaksa ketika membayar makanan, atau dijambret ketika sedang berkendaraan. Jangan ada lagi guru yang tidak nyaman ketika pergi ke sekolah. Jangan ada lagi intimidasi kepada kepala sekolah dan guru-guru,” katanya.

Bagi Aye, esensi kemerdekaan pada akhirnya sederhana: setiap warga negara harus bisa menjalani kehidupan dengan aman, tenang, bermartabat, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.

Karena itu, Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kuranji hendaknya tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Renungan di hadapan makam para pahlawan harus menjadi refleksi bersama tentang apa yang sudah dilakukan untuk melanjutkan perjuangan mereka.

“Sesungguhnya kemerdekaan itu adalah ketenangan ketika beraktivitas,” pungkas pria yang dikenal dekat dengan Prabowo Subianto tersebut. (edg)