Tanahdatar, rakyatsumbar.id—Curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Tanahdatar, sejak Selasa (12/05/2026) sore hingga Rabu dini hari, telah memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor yang cukup masif di Kecamatan Lintau Buo.
Bencana ini mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga, fasilitas umum, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi di setidaknya dua nagari terdampak.
“Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Nagari Taluak dan sekitarnya, di mana luapan Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago menghantam permukiman warga pada Rabu dini hari,” sebut Kapolsek Lintau IPTU Mon Irrzal, ST.
Dampak kerusakan signifikan, tercatat 67 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat dan 2 rumah dilaporkan hanyut terbawa arus material banjir. Tiga jembatan penghubung terputus menyebabkan akses transfortasi di beberapa titik lumpuh total.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat aman,termasuk ke kantor wali nagari, setelah rumba mereka tidak dapat ditinggal.
Dijelaskan Kapolsek, berdasarkan laporan, 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut di Nagari Taluak.
“Saat ini fokus utama kami adalah memastikan warga yang mengungsi dalam kondisi aman, serta pemenuhan logistik makanan dan kesehatan,” ujar Kapolsek lintau Mon Irzal.
Nagari Taluak menjadi salah satu titik terparah. Luapan Sungai Batang Tampo/Aia Tampo Taruko yang berhulu di Gunung Sago meluap deras dan merendam setidaknya dua jorong di nagari tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tanahdatar telah menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga terdampak. Tim BPBD bersama pihak kecamatan dan nagari masih terus melakukan pendataan rinci terkait kerugian dan melakukan evakuasi. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Material banjir yang terdiri dari lumpur tebal, batu, dan kayu juga merendam jalan-jalan desa, membuat aksesibilitas menjadi tantangan dalam proses evakuasi.
Tidak hanya di Lintau Buo, dampak cuaca ekstrem ini juga dirasakan di wilayah tetangga, Kecamatan Lintau Buo Utara, terutama di Nagari Tapi Selo. Laporan menyebutkan 15 warga harus mengungsi setelah 8 rumah mereka rusak akibat tanah longsor dan banjir.
Situasi pascabencana dan penanganan, warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman atau rumah kerabat. Akses jalan lintas di beberapa titik sempat tidak dapat dilalui kendaraan karena tingginya debit air dan material yang menutupi jalan.
Bupati Tanahdatar Eka Putra, bersama BPBD dan dinas terkait, telah turun langsung meninjau lokasi terdampak.
“Kami pastikan warga yang mengungsi dalam kondisi aman, terutama kebutuhan kesehatan dan makanan harus terjamin,” ujarnya.
Pemkab Tanahdatar telah menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga terdampak. Tim gabungan masih melakukan pendataan rinci terkait kerugian material dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca masih tidak menentu. (sdn)





