Utama  

Tumpukan Sampah Meningkat di Flyover Jalan By Pass Menuju Bandara Internasional Minangkabau

Tumpukan Sampah Meningkat di Flyover Jalan By Pass Menuju Bandara Internasional Minangkabau, Warga Keluhkan Bau dan Gangguan Lalu Lintas.

Padang, Rakyat Sumbar — Flyover yang menghubungkan jalur By Pass Kota Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kini menjadi sorotan setelah tumpukan sampah di sejumlah ruas jalan By Pass semakin menggunung dalam beberapa hari terakhir. Keberadaan sampah yang menumpuk ini tidak hanya menimbulkan bau menyengat dan gangguan arus lalu lintas, namun juga mencoreng citra Bandara Internasional Minangkabau sebagai gerbang utama dan etalase Sumatera Barat.

Pantauan lapangan pada Selasa siang (28/4/2026) memperlihatkan tumpukan sampah yang terakumulasi terutama di dekat jembatan menuju Bandara BIM, dengan dominasi kantong plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga. Kondisi ini diperparah dengan berserakannya sampah akibat diobrak-abrik oleh hewan liar.

Ketika dikonfirmasi, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Padang Pariaman menyatakan bahwa sampah tersebut berasal dari warga sekitar dan pemukiman. Mereka juga menyebutkan telah melakukan sosialisasi secara berkala agar masyarakat membuang sampah pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) resmi dan tidak membuang sampah di tepi jalan.

Firman Wanipin, Founder kanal YouTube Ciloteh Wanipin, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. “Penumpukan sampah di flyover Bandara Internasional Minangkabau ini sangat memprihatinkan. Sampah ini tidak hanya merusak citra Sumatera Barat, tapi juga menunjukkan persoalan serius dalam pengelolaan sampah di wilayah ini,” ujarnya. Firman menambahkan, “Saya hampir setiap hari melewati jalan ini dan nyaris tidak melihat adanya kebijakan dari Bupati Padang Pariaman yang serius menangani permasalahan ini.”

Firman menegaskan pentingnya langkah tegas dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Padang Pariaman, untuk menertibkan pengelolaan sampah. Ia mengusulkan penerapan peraturan daerah (Perda) yang ketat dan penegakan hukum yang memberikan efek jera bagi para pelanggar. “Sebagai bandara yang bersih dan menjadi etalase Sumbar, masalah sampah harus diatasi dengan strategi yang jelas dan aksi nyata,” tegasnya.

Kondisi flyover yang ramai dilewati kendaraan menuju bandara seharusnya mencerminkan wajah bersih dan tertib, tetapi tumpukan sampah yang dibiarkan berlarut-larut justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara serta pengunjung bandara.

Diharapkan dengan adanya sorotan ini, pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan menjaga kebersihan jalur strategis menuju Bandara Internasional Minangkabau demi menjaga nama baik Sumatera Barat. (fwi)