PADANG, Rakyat Sumbar — Sebuah diskusi santai namun penuh makna berlangsung di kawasan Lolong S. Parman, Padang. Dalam suasana akrab tersebut, pakar komunikasi nasional Aqua Dwipayana berbagi pandangan bersama Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus, Wakil Ketua Umum VI KONI Sumbar Revdi Iwan Syahputra, Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abi, serta Kabid Humas KONI Sumbar Hendri Parjiga.
Pertemuan yang berlangsung sederhana itu menjadi ruang bertukar gagasan tentang pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun organisasi, termasuk organisasi olahraga.
Dalam diskusi tersebut, Aqua Dwipayana lebih banyak berbagi pengalaman panjangnya dalam dunia komunikasi. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai motivator dan pakar komunikasi yang aktif berkeliling Indonesia memberikan pelatihan, motivasi, serta inspirasi kepada berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, pimpinan perusahaan, aparat keamanan, hingga komunitas pendidikan dan organisasi sosial.
Dengan gaya komunikasinya yang khas—hangat, sederhana, dan penuh energi positif—Aqua menegaskan bahwa komunikasi merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat.
“Komunikasi itu terlihat sederhana, tapi dampaknya sangat besar. Banyak organisasi yang sebenarnya memiliki orang-orang hebat, tetapi tidak bisa maksimal karena komunikasinya tidak berjalan dengan baik,” ujar Aqua.
Menurutnya, komunikasi yang efektif bukan sekadar soal berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan dan memahami orang lain.
“Komunikasi yang baik dimulai dari niat yang baik. Kalau kita berbicara dengan hati, orang lain akan merasakan ketulusan itu,” katanya.
Aqua juga mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang sering kali sangat ditentukan oleh kemampuannya membangun hubungan.
“Banyak orang pintar, tetapi tidak semuanya berhasil. Salah satu pembeda terbesar adalah kemampuan berkomunikasi dan membangun jaringan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa menjaga silaturahmi merupakan salah satu kunci utama dalam membangun kepercayaan.
“Silaturahmi itu luar biasa kekuatannya. Dari silaturahmi lahir kepercayaan, dari kepercayaan lahir kolaborasi,” kata Aqua.
Menurutnya, dalam organisasi olahraga komunikasi memiliki peran yang sangat penting karena banyak pihak yang harus bergerak bersama.
“Olahraga tidak bisa dibangun oleh satu orang. Harus ada sinergi antara pengurus, pelatih, atlet, pemerintah, media, dan masyarakat. Semua itu hanya bisa berjalan baik kalau komunikasinya sehat,” ujarnya.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyambut baik pandangan tersebut. Ia menilai bahwa komunikasi yang terbuka memang menjadi salah satu kunci dalam membangun organisasi olahraga yang kuat.
“Prestasi olahraga lahir dari kerja tim. Dan kerja tim hanya bisa kuat jika komunikasinya berjalan dengan baik,” ujar Hamdanus.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi olahraga harus mampu menciptakan suasana kebersamaan.
“Pemimpin harus mampu menyatukan energi semua pihak. Kalau semua orang merasa dihargai dan didengar, semangat bekerja akan muncul dengan sendirinya,” katanya.
Wakil Ketua Umum VI KONI Sumbar Revdi Iwan Syahputra menambahkan bahwa komunikasi yang sehat akan memperkuat koordinasi di dalam organisasi.
“Dengan komunikasi yang baik, koordinasi akan lebih mudah dan kepercayaan antar pengurus juga semakin kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abi menyoroti pentingnya hubungan yang harmonis antara organisasi olahraga dan media. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai program dan capaian olahraga kepada masyarakat.
Di sisi lain, Kabid Humas KONI Sumbar Hendri Parjiga menegaskan bahwa fungsi kehumasan menjadi penghubung antara organisasi olahraga, media, dan publik.
Diskusi santai yang diiringi canda dan tawa itu berlangsung hangat hingga malam. Percakapan mengalir ringan, namun sarat inspirasi.
Bagi Aqua Dwipayana, pertemuan sederhana seperti itu justru sering menjadi ruang terbaik untuk memperkuat hubungan dan berbagi gagasan.
“Sering kali ide besar lahir dari obrolan sederhana. Yang penting kita menjaga komunikasi, menjaga silaturahmi, dan selalu berpikir positif,” tutupnya.
Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik upaya membangun prestasi olahraga, ada satu fondasi penting yang tidak boleh diabaikan: komunikasi yang tulus, hubungan yang harmonis, dan semangat kebersamaan.(*)





