BOM Run 2026 Hadirkan Terobosan Kategori Lansia 500 Meter, Target 6.000 Peserta

Padang, Rakyat Sumbar— Ajang Blue Ocean Minang Run (BOM Run) 2026 pada 9 Agustus mendatang, menghadirkan terobosan baru dengan membuka kategori lari khusus lansia 500 meter. Kategori ini menjadi simbol kuat inklusivitas, sekaligus menegaskan komitmen menjadikan olahraga sebagai ruang partisipasi lintas generasi di Kota Padang.

Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, mengatakan kategori lansia bukan sekadar tambahan nomor lomba, melainkan pesan sosial bahwa olahraga adalah milik semua kalangan.

“Ini bukan tentang jarak, tapi tentang semangat. Kami ingin para orang tua tetap menjadi bagian dari perayaan olahraga kota. BOM Run 2026 adalah panggung bersama, lintas usia,” ujar Revdi di Padang, Jum”at (27/2).

Start-Finish di Pantai Cimpago

Kategori lansia 500 meter akan menempuh lintasan datar sepanjang Jalan Samudera dengan titik start dan finish di kawasan Pantai Cimpago. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan ikon wisata pesisir Kota Padang dan selaras dengan konsep sport tourism yang diusung panitia.

Target peserta untuk kategori ini mencapai 1.000 orang, terdiri dari 500 lansia dan 500 pendamping. Secara keseluruhan, BOM Run 2026 menargetkan 6.000 peserta dari berbagai kategori, mulai dari atlet, elite, publik, hingga lansia, baik lokal, nasional, maupun internasional.

“Ini adalah standar baru inklusivitas dalam event lari di Sumatera Barat. Kami ingin memastikan Kota Padang benar-benar menjadi kota sehat bagi semua,” kata Revdi.

Sistem Pendamping 1:1 dan Standar Keamanan Ketat

Demi memastikan keselamatan, panitia menerapkan sistem pendamping wajib dengan rasio 1:1. Setiap peserta lansia usia 60 tahun ke atas—dengan prioritas pengamanan lebih ketat bagi usia 80 tahun ke atas—harus didampingi satu runner tandem sepanjang rute.

Panitia juga menyiapkan konsep high-touch management & safety yang meliputi: Pre-race health screening, pemeriksaan kesehatan wajib oleh dokter spesialis sebelum lomba.

Dedicated geriatric medics, tim medis khusus yang disiagakan setiap 100 meter.

Ergonomic rest zones, fasilitas duduk ergonomis di sepanjang lintasan. Track safety check, pengecekan permukaan lintasan agar non-slip dan bebas hambatan.

“Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama, terutama bagi peserta lansia,” tegas Revdi.

Dorong Padang sebagai Ikon Sport Tourism

Ketua Umum PB Ikasmantri Padang, Dr. dr. Rahyussalim, menegaskan bahwa BOM Run 2026 bukan hanya agenda olahraga, tetapi bagian dari visi besar menjadikan Padang sebagai ikon sport tourism nasional.

“Event ini harus memberi dampak nyata, baik secara sosial maupun ekonomi. Dengan target 6.000 peserta, pergerakan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM akan semakin terasa,” ujar Rahyussalim.

Panitia juga telah menyiapkan roadmap menuju hari pelaksanaan pada Minggu, 9 Agustus 2026, mulai dari peluncuran resmi dan pembukaan pendaftaran, roadshow promosi di Jakarta dan Jabodetabek, hingga kampanye digital dan eksekusi race day berskala nasional.

Dengan pendekatan inklusif, standar keselamatan ketat, serta orientasi pada dampak ekonomi daerah, BOM Run 2026 diyakini menjadi momentum penting untuk menguatkan posisi Kota Padang sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.(*)