Padang, Rakyat Sumbar– Universitas Andalas (Unand) mempererat silaturahmi dengan para alumni yang kini memimpin media massa di Sumatera Barat. Rektor Unand, Efa Yonnedi, menggelar buka puasa bersama para Pemimpin Redaksi (Pemred) media cetak, elektronik, dan online alumni Unand di Hotel Pangeran Beach, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh dialog itu menjadi ruang strategis bertukar gagasan antara pimpinan universitas dan para alumni yang kini berperan sebagai decision maker di berbagai media.
Rektor Efa Yonnedi didampingi jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor II Dr. Hefrizal Handra, Wakil Rektor III Prof. Dr. Kurnia Warman, Wakil Rektor IV Prof. Dr. Henmaidi, Sekretaris Universitas Dr. Aidini Zetra, serta Kepala Kantor Humas, Protokoler dan Layanan Informasi Publik Dr. Hary Effendi Iskandar.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih erat dengan alumni melalui “Program Rektor Menyapa Alumni” bersama DPP IKA Unand.
“Ini forum dialog yang hangat untuk memperkuat peran alumni sebagai mitra strategis dalam membangun citra positif dan kepercayaan publik terhadap Unand,” ujar Efa.
Ia menekankan, kepemimpinan di kampus bisa berganti, namun alumni adalah selamanya. Karena itu, peran alumni—terutama yang berada di garda terdepan informasi—dinilai sangat strategis dalam membangun reputasi dan trust publik terhadap almamater.
Diskusi yang dimulai selepas Ashar itu memberi ruang luas kepada para Pemred untuk menyampaikan kritik dan masukan, terlebih setelah Unand berstatus PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum).
Nasrul Azwar, Pemred Sumbar Satu, menilai pertemuan ini sebagai momentum penting untuk memperbaiki pola komunikasi kampus dengan media. Sementara Isa Kurniawan, Pemred Forum Sumbar, menyoroti besarnya potensi alumni Unand yang kini menjadi pengambil keputusan di berbagai media.
Apresiasi juga disampaikan Revdi Iwan Syahputra, Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Sumbar sekaligus alumni FISIP Unand. Ia menilai gagasan silaturahmi ini sebagai langkah cerdas dan strategis yang seharusnya memang dilakukan sejak awal masa kepemimpinan.
“Ini bukan sekadar buka puasa bersama. Ini ruang konsolidasi gagasan. Alumni di media punya tanggung jawab moral terhadap almamater. Ketika komunikasi dibangun dengan terbuka, maka energi positif itu akan kembali ke kampus,” ujarnya.
Menurut Revdi, pertemuan seperti ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus ada output yang terukur dan berkelanjutan. Ia mengusulkan dibentuknya forum komunikasi rutin antara Unand dan para Pemred alumni, penyusunan kalender isu strategis kampus, serta pelatihan jurnalistik internal bagi humas dan unit kerja agar kualitas rilis semakin kuat dan layak tayang.
“Output-nya harus jelas. Misalnya, peningkatan eksposur positif Unand, publikasi riset unggulan secara konsisten, serta hadirnya narasi besar tentang Unand sebagai kampus riset dan pusat pemikiran di Sumatera Barat. Kalau itu berjalan, trust publik akan tumbuh dengan sendirinya,” tegasnya.
Diskusi yang dipandu Sekretaris Universitas Aidini Zetra itu ditutup menjelang waktu berbuka puasa. Rektor dan jajaran kemudian berbuka bersama para alumni dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Pertemuan ini menjadi penanda bahwa di tengah arus informasi yang kian dinamis, reputasi perguruan tinggi tidak hanya dibangun lewat capaian akademik, tetapi juga melalui komunikasi strategis, kolaborasi alumni, dan komitmen bersama untuk menghasilkan dampak nyata bagi publik.(*)





