Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K): BOM Run 2026 Harus Jadi Ikon Sport Tourism dan Kebanggaan Sumbar

Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K): BOM Run 2026 Harus Jadi Ikon Sport Tourism dan Kebanggaan Sumbar. Ini ditegaskannya dalam rapat dengan Panitia Pelaksana.

PADANG, Rakyat Sumbar — Ketua Umum Ikasmantri Padang, Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K), menegaskan bahwa BOM Run 2026 harus dipersiapkan dengan standar profesional dan visi besar, bukan sekadar event lari seremonial.

Penegasan itu disampaikannya dalam rapat pemantapan Panitia Pelaksana, Minggu malam (16/2/2026), di salah satu resto di kawasan Jalan Juanda, Padang. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi forum evaluasi progres dua bulan awal persiapan yang telah berjalan sejak Januari 2026.
“Kita ingin BOM Run 2026 menjadi ikon sport tourism Sumatera Barat.

Penyelenggaraannya harus tertib, terukur, dan berdampak luas. Jangan hanya ramai saat pelaksanaan, tapi memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegas Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K).

Ia mengarahkan seluruh panitia untuk bekerja dengan timeline yang jelas, pembagian tugas yang tegas, serta komunikasi publik yang kuat dan konsisten.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor — mulai dari komunitas olahraga, pelaku usaha, hingga pemangku kebijakan — menjadi faktor penentu keberhasilan.
Selama dua bulan terakhir, panitia telah bergerak mematangkan konsep Blue Ocean Minang Run, melakukan pemetaan rute, menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, serta memperkuat konsolidasi internal.

Melihat respons publik yang terus meningkat, struktur kerja kemudian dikukuhkan melalui Surat Keputusan Nomor 001/SK-BR/II/2026 tentang Penetapan Panitia Pelaksana Inti.

Dalam struktur tersebut, Revdi Iwan Syahputra (Ikasmantri 1994) dipercaya sebagai Ketua Pelaksana, didampingi Sri Hayati sebagai Wakil Ketua. Zulhendri Togo menjabat Sekretaris, dengan Wakil Sekretaris Adril Syukri dan Adek Mona. Cindy Andriyani mengisi Sekretariat, Dr. Gina Septivani sebagai Bendahara, serta Benny Asril sebagai Wakil Bendahara.
Ketua Pelaksana Revdi Iwan Syahputra menegaskan bahwa BOM Run 2026 adalah gerakan kolektif.

“BOM Run 2026 bukan sekadar event lari biasa. Ini adalah gerakan bersama untuk menghadirkan olahraga yang berdampak pada kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Panitia menargetkan partisipasi pelari dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga efek bergandanya dapat dirasakan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM.

Ketua Harian Ikasmantri Padang, Yulviadi Adek, menambahkan bahwa event olahraga berskala besar memiliki dampak strategis dalam membangun citra positif daerah.
“Selain memperkuat kebersamaan, juga membuka peluang ekonomi. Ini momentum yang harus kita kelola dengan serius,” ungkapnya.

Di akhir arahannya, Dr. dr. Rahyussalim, Sp.OT(K) mengingatkan bahwa ukuran sukses bukan hanya pada jumlah peserta, tetapi pada kualitas pengalaman dan dampak yang ditinggalkan.

“Kita ingin orang datang ke Sumbar bukan hanya untuk berlari, tetapi membawa pulang cerita dan pengalaman. Dari situ lahir kebanggaan daerah,” tutupnya.
Dengan fondasi kerja yang telah berjalan sejak Januari dan dukungan organisasi yang solid, BOM Run 2026 kini memasuki fase penguatan branding dan percepatan teknis menuju salah satu event olahraga terbesar di Sumatera Barat tahun 2026.(*)