Puluhan Pelajar Alami Mual-mual, Diduga Keracunan MBG, Pj Sekda Membantah

Puluhan pelajar SMAN 1 Sungai Rumbai mengalami gangguang kesehatan usai mengkosumsi MBG
Puluhan pelajar SMAN 1 Sungai Rumbai mengalami gangguang kesehatan usai mengkosumsi MBG

Dharmasraya, rakyatsumbar.id—Puluhan Pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sungai Rumbai, mengalami gangguan kesehatan, seperti mual-mual hingga pusing, setelah mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapur milik organisasi Muhammadiyah.

“Untuk sementara kita belum bisa mengatakan 96 orang yang diare, mual-mual tersebut disebabkan oleh apa,” kata Pj Sekda Dharmasraya Jasman Rizal, Rabu (04/02/26).

Meski demikian, atas kejadian itu, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, langsung rapat dengan Satgas MBG utuk menindaklanjutinya, bahkan bupati telah perintahkan agar Satgas segera meakukan investasi menyeluruh untuk memastikan penyebabnya.

“Sampel-sampel dikumpulkan dan meminta 1×24 jam hasil lab sudah keluar, setelah hasil lab keluar, baru kita pastikan apa penyebab gangguan kesehatan tersebut,” ucapnya.

Ia merinci, ada 7 orang dirawat dengan rincian, 2 orang di RSUD sungai rumbai dan 5 orang di klinik. 89 orang rawat jalan di rumah masing-masing.

“Jadi dalam peristiwa ini, bisa dikatakan tidak ada yang emergency,” sebutnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan setempat Yosta Defina. Dimana, pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab dari gangguan kesehatan puluhan pelajar itu.

“Kita belum bisa pastikan, apakah keracunan atau bukan,” kata Yosta Defina.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengambil sampel guna dilakukan uji leb, untuk memastikan apa penyebab gangguan kesehatan puluhan pelajar tersebut.

Sementara itu, Kapoles Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarsa Nugroho Putro melalui Kapolsek Sungai Rumbai AKP. Agusalem mengatakan, pihaknya juga belum bisa memastikan apa penyebab dari kejadian yang di alami oleh puluhan pelajar SLTA tersebut.

“Kita belum bisa pastikan, karena hasil lab belum keluar, kami baru melihat adanya gangguan kesehatan yang dialami pelajar,” katanya.

Ia juga menyebutkan, peristiwa itu diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat, terkait banyaknya pelajar yang mengalami gangguan kesehatan.

“Saat ini pihak Reskrim juga telah di lokasi mengambil sejumlah sampel untuk di uji lab,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Koordinator Daerah MB Muhammadiyah, Kabupaten Dharmasraya, Hengki purnanda, membenarkan kejadian tersebut.

“Ini gangguan kesehatan, karena sampai hari ini semua baik-baik saja dan kita bertanggung-jawab atas semua itu,” tegasnya

Dirinya mengatakan, bahwa Kejadian pertama ini, terjadi setelah empat minggu makan bergizi gratis berjalan.

“Dapur MBM kita ini sudah empat minggu berjalan, dan baru ini terjadi. Namun, semua kita serahkan pada pihak yang berkepentingan untuk menjelaskan apakah keracunan atau bukan,” ucapnya.

Ia mengatakan, dapur MBM dalan memasak selalu mengikuti SOP yang ada. Dengan mulai memasak pada pukul 03 subuh, agar makanan tetap terjaga.

“Kita selalu lebihi 5 persen dari porsi yang ada, untuk di konsumsi oleh petugas, dan alhamdulillah tidak ada masalah,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya juga telah bekerja sama dengan pusat layanan kesehatan. (yy)