Utama  

Layanan 99 Persen, Pemko Padang Ajukan Pembangunan 200 Sumur Bor

Mentari PUPR Wahyu Hanggodo didampingi Walikota Fadly Amran dan Dirut Perumda AM Padang Hendra Pebrizal saat melihat kondisi ril IPA Gunung Pangilun.

Padang – Pasca banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu berikut kondisi kemarau panjang yang tengah terjadi, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang bersama Pemerintah Kota Padang terus mempercepat penanganan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengajuan pembangunan 200 sumur bor komunal serta penambahan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Usulan tersebut disampaikan Walikota Padang Fadly Amran saat mendampingi Menteri PUPR Dody Hanggodo, Anggota DPR RI Andre Rosiade, dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat meninjau langsung kondisi intake Perumda AM Gunung Pangilun, Jumat (30/1/2026).

Fadly Amran menyampaikan bahwa Perumda Am Padang saat ini bekerja maksimal memulihkan layanan, namun keterbatasan infrastruktur pascabencana membuat sistem distribusi air masih bersifat sementara dan rentan terhadap gangguan.

“Kami meminta pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami kekeringan agar beban distribusi Perumda AM tidak terlalu berat. Dengan sumur bor komunal, suplai air ke rumah tangga bisa lebih stabil dan tidak seluruhnya bergantung pada jaringan Perumda AM,” kata Fadly Amran.

Ia menjelaskan, dari 200 titik sumur bor yang diusulkan, hanya sekitar 50 titik berada di atas aset milik pemerintah kota. Sisanya akan ditempatkan di fasilitas publik agar mudah diakses masyarakat.

“Sebagian besar sumur bor akan kita arahkan ke masjid dan musala sehingga warga bisa memanfaatkan air bersih secara komunal, terutama saat pasokan PDAM terganggu,” ujarnya.

Walikota Padang Fadly Amran bersama Direktur Utama Perumda AM Padang Hendra Pebrizal dan jajaran direksi dan Ketua Dewas menunggu kedatangan Menteri PUPR, Dody Hanggodo.

Bangun Dua SPAM Baru

Selain sumur bor, Perumda AM Padang juga tengah bersiap melakukan pembaruan infrastruktur utama. Fadly Amran mengungkapkan bahwa pembangunan SPAM baru telah disetujui untuk tahun anggaran 2026, sebagai bagian dari peremajaan sistem air bersih di Kota Padang yang rawan bencana.

“Direncanakan ada dua SPAM baru dengan kapasitas 200 liter per detik dan 500 liter per detik. Fokus utama kita adalah mengganti SPAM Gunung Pangilun yang kondisinya sudah tidak layak,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan teknis Balai Wilayah Sungai, struktur SPAM Gunung Pangilun mengalami retakan dan berisiko tinggi apabila terjadi gempa bumi kembali.

“SPAM ini sudah tidak aman. Kalau gempa terjadi lagi, risikonya sangat besar. Karena itu penggantian dengan SPAM baru berkapasitas lebih besar menjadi kebutuhan mendesak,” tambah Fadly.

Menteri PUPR Dody Hanggodo, Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat meninjau kondisi IPA Gunung Pangilun.

Siapkan Kebijakan Khusus

Di sisi lain, Perumda AM Padang juga memberikan perhatian pada dampak langsung yang dirasakan pelanggan. Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan kebijakan khusus bagi pelanggan yang terdampak paling parah.

“Sekitar 1.382 pelanggan atau sekitar 1,1 persen dari total pelanggan kami benar-benar tidak mendapatkan aliran air. Untuk pelanggan tersebut, rekening air bulan Februari kami nol-kan, termasuk retribusi sampah,” ungkap Hendra Pebrizal.

Meski tagihan digratiskan, Perumda AM memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan melalui distribusi air menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.

“Kami tetap melayani masyarakat dengan mobil tangki. Pengisian tandon dilakukan satu sampai dua kali setiap hari agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi,” jelasnya.

Walikota Padang menyambut kunjungan kerja Menteri PU PR Dody Hanggodo yang didampingi oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

Melalui langkah percepatan pembangunan sumur bor, penggantian SPAM, serta kebijakan keringanan bagi pelanggan, Hendra Pebrizal berharap layanan air bersih dapat segera pulih secara optimal dan lebih tangguh menghadapi risiko bencana serupa. (*)