Padang, Rakyat Sumbar – Dua bulan pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kota Padang, distribusi air bersih ke rumah rumah pelanggan terus di kebut pengerjaan normalisasinya oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang.
Direktur Utama Perumda Air Minun Kota Padang Hendra Pebrizal menyebutkan, saat ini distribusi air telah mencapai 99 persen. Hal ini jauh lebih baik saat pasca terjadinya bencana.
Ia mengakui masih ada daerah yang belum teraliri secara maksimal yakni kawasan Gunung Nago di kecamatan Pauh.
Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan belum bisanya di pasang pipa untuk ke lokasi. Hal inilah yang menjadi penyebab utama daerah tersebut belum bisa teraliri.
“Kita kesulitan memasang jaringan. Bentangan sungai yang sebelum banjir hanya mencapai 150 meter, namun pasca bencana ini bentangan sungai telah mencapai 250 meter,” ujarnya, Kamis (29/2026).
Meski demikian, Hendra memastikan terus memberikan suplai air bersih bagi pelanggan yang sampai saat ini belum bisa mendapatkan layanan air bersih.
“Mobil mobil tanki terus kami terjunkan untuk membantu pelanggan guna mendapatkan air bersih. Selain pelanggan, masyarakat yang non pelanggan juga kami berikan air,” tambahnya.
Di sisi lain, salah satu intake yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu, Intake Taban di Lubuk Minturun, Koto Tangah, saat ini tengah dibangun kawat bronjong untuk mengamankan fasilitas pompa air.
“Saat ini masih terdapat 5 intake yang dilakukan perbaikan, karena sebagian besar mengalami kerusakan berat. Walau demikian, kita optimis layanan dan distribusi air kepada pelanggan dan non pelanggan dapat disalurkan,” tutupnya. (rif)





