Utama  

Kerja Keras Menuai Hasil, Kini Pelayanan Perumda AM Padang Sudah 99 Persen

Direktur Utama Perumda AM Padang melihat kondisi salah satu sungai yang merupakan sumber air baku.

Padang – Pasca bencana banjir bandang yang terjadi pada November 2025  lalu bukan saja berdampak pada hancurnya infrastruktur dan jembatan, namun juga  mengakibatkan 7 intake milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang rusak parah.

Beruntung, gerak cepat berupa recovery  yang dilakukan Perumda AM Padang  tak  berlangsung lama. Pasalnya pada  24 Desember lalu pelayanan sudah mencapai 99 persen.

Secara umum layanan nyaris pulih. Area Selatan sudah melayani 100 persen pelanggan. Begitu juga wilayah Utara. Meski begitu untuk wilayah lain yang masih mengalami kendala, pihak Perumda AM Padang memberikan layanan khusus mobil tangki dan tedmon dengan waktu layanan 3 kali sehari.

“Area pusat saat ini memang masih terkendala karena produksi  IPA Gunung Pangilun belum maksimal. Sumber air baku kami masih keruh karena banyak pengerjaan normalisasi.”

“Hingga saat ini sebanyak 128 ribu lebih pelanggan sudah terlayani secara normal. Sisanya 1.125 sambungan rumah masih terkendala dan dalam tahap pemulihan,” ujar Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, Jumat (23/1/2025).

Hendra menambahkan, sisa 1 persen pelanggan yang belum terjangkau disebabkan terkendala pemasangan pipa yang putus dan butuh kontruksi jembatan untuk memasang jaringan.

Selai itu banyaknya lumpur di sumber air juga memberikan pengaruh besar pada sektor produksi. “Meski begitu, kita tetap memberikan layanan dengan mengirim mobil tangki dan menyediakan tedmon,” tambahnya.

Hendra Pebrizal berharap normalisasi Sungai Batu Busuk dan Kuranji segera selesai. Karena menyumbang 500 liter/perdetik. Jika normalisasi selesai, ia optimis pelayanan pulih 100 persen.

Masalah Kekeringan

Faktor kekeringan yang terjadi sejak beberapa pekan lalu, membuat masyarakat Kota Padang mengalami kekeringan.  Beberapa wilayah alami krisis air bersih.

Menanggapi situasi yang terjadi Perumda AM Padang memaksimalkan pengiriman mobil tangki ke pemukiman warga, bukan saja untuk pelanggan namun juga masyarakat non pelanggan.

“Pengisian mobil tangki difokuskan di IPA Palukahan dan IPA Sikayan. Pelanggan dan bukan pelanggan diperbolehkan mengambil air yang berasal dari Perumda AM Padang,” jelas Hendra. (rif)