Jasad Korban Galodo Malalak Kembali Ditemukan

Tim SAR saat melakukan evakuasi terhadap jasad Aqilla Farzana Sharen, korban galodo di Jorong Toboh, Malalak Timur, Agam, Sabtu (03/01/2026).
Tim SAR saat melakukan evakuasi terhadap jasad Aqilla Farzana Sharen, korban galodo di Jorong Toboh, Malalak Timur, Agam, Sabtu (03/01/2026).

Agam, rakyatsumbar.id—Tim relawan bersama sejumlah petugas dan masyarakat, Sabtu kemarin berhasil menemukan seorang lagi jasad korban galodo yang terjadi di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Malalak, Agam.

Dari hasil penelusuran koran ini diketahui, korban bernama Aqilla Farzana Sharen (6,5), yang juga tercatat sebagai murid kelas I Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Toboh ini merupakan buah hati dari pasangan suami isteri, Gusrizal dan Aulia Rahmi, warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur.

Penemuan jasad korban Sabtu (03/01/2026) sekitar Jam 15.00 WIB,tak ayal sempat menggemparkan warga dan Tim SAR lainnya. Pasalnya, jasad korban ditemukan saat Tim Relawan sedang berjibaku melakukan aksi bersih-bersih tidak jauh dari kediaman korban.

“Benar, kemarin kembali ditemukan seorang korban galodo di Jorong Toboh, Malalak Timur. Jasad korban ditemukan Tim SAR bersama warga saat sedang melakukan aksi bersih-bersih di kawasan itu,” terang Wali Nagari Malalak Timur Abdul Hanif, Minggu (04/01/2026), saat dihubungi melalui ponselnya.

Abdul Hanif menambahkan, dengan ditemukannya jasad korban pada Sabtu kemarin, secara keseluruhan sudah ada 13 jasad yang berhasil ditemukan. Tinggal lagi diduga masih ada dua jasad korban yang masih belum ditemukan,” terangnya.

Senada dengan itu, Afrizon, salah seorang tenaga pengajar di MIS Toboh juga mengakui bahwa semasa hidupnya korban bernama Aqilla itu tercatat sebagai murid kelas I, MIS Toboh. “Iya benar, Aqilla sebelumnya merupakan siswa kelas I MIS Toboh, dimana saat peristiwa galodo yang melanda Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Aqilla ikut menjadi korbannya,” ungkap Afrizon.

Menurut Afrizon, tidak jauh berbeda dengan kondisi Aqilla, MIS Toboh tempatnya menimba ilmu sebelumnya juga sempat tertimbun material galodo, namun berkat bantuan dan dukungan petugas, Tim SAR, para relawan dan warga lainnya, saat ini lumpur yang menggenangi sekolah itu telah berhasil dibersihkan.

“Saat ini kita masih menunggu kepastian dari pihak atasan, apakah proses PBM sudah bisa dilangsungkan pada hari Senin besok, pasca liburan semester saat ini,” terangnya.

Ratusan Warga Mengungsi

Akibat hujan lebat yang turun sepanjang Kamis malam hingga Jumat siang kemarin, tak ayal turut mengakibatkan meluapnya sejumlah aliran sungai yang ada di sekitar Kecamatan Malalak. Seperti halnya aliran Batang Janiah yang menghubungkan Jorong Toboh dan Subarang, Nagari Malalak Timur, demikian pula aliran batang Talalak di Jorong Pakan Usang, maupun aliran Batang Kasai yang terletak antara Jorong Campago dan Jorong Sigiran Nagari Malalak Utara.

“Akibat hujan lebat yang terjadi Kamis malam kemarin, kabarnya banyak warga yang memilih mengungsi ke tempat yang aman. Baik ke tempat family mereka, maupun ke tempat lain seperti sekolah dan yang lainnya,” ungkap Eni, kepada koran ini.

Warga memutuskan mengungsi ke tempat aman karena merasa khawatir, jangan-jangan kejadian galodo yang terjadi pada tanggal 26 November 2025 lalu kembali terulang. “Kabarnya tidak sedikit diantara warga yang memilih mengungsi ke tempat familinya di Bukittinggi. Mereka sangat merasa khawatir, setelah sempat mengalami trauma akibat  kejadian galodo yang sempat menewaskan 15 orang korban jiwa di Jorong Toboh, Nagari Malalak, Timur beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Pantauan koran ini sepanjang Minggu kemarin, meski cuaca terlihat cukup cerah, namun sebagian dari rumah warga terlihat masih ditinggal pemiliknya. Bahkan beberapa diantaranya arus penerangan listrik di bagian terasnya terlihat masih menyala dengan terang.

Sementara itu, kekhawatiran yang dialami warga agaknya cukup beralasan, pasalnya meningkatnya debet arus air tidak hanya terjadi di sepanjang aliran sungai di daerah mereka, namun juga terjadi di sekitar lingkungan kawasan pemukiman warga lainnya, seperti yang terlihat di Jorong Toboh. (ris)