Utama  

Perumda AM Padang Turunkan 15 Mobil Tangki

Direktur Utama Perumda AM Padang Hendra Pebrizal mendampingi langsung tim Kementerian PU saat melakukan kunjungan dan peninjauan intake yang mengalami kerusakan.

Padang – Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan pembaruan kondisi produksi air bersih setelah bencana yang melanda kota tersebut beberapa hari terakhir.

Perusahaan daerah itu mengonfirmasi bahwa proses produksi masih mengalami gangguan serius akibat menurunnya kualitas air baku yang dipenuhi lumpur, sehingga kapasitas produksi belum dapat kembali normal.

Direktur Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan bahwa saat ini produksi hanya mampu mencapai 1.200 liter per detik, jauh di bawah kapasitas normal yang sebesar 1.800 liter per detik. Penurunan ini dipicu oleh kerusakan sejumlah intek utama dan tingginya kadar lumpur di aliran air baku.

Perumda mencatat terdapat tujuh intek yang mengalami kerusakan pascabencana. Dari jumlah tersebut, lima intek telah selesai ditangani secara darurat dan sudah kembali memasok sebagian kebutuhan air ke pelanggan.

Sementara itu, Intek Palukahan (300 L/detik) dan Intek Pompa Latung (200 L/detik) masih dalam proses perbaikan. Pengerjaan menunggu kedatangan peralatan teknis dari Jakarta, dengan target penyelesaian 10–15 hari ke depan.

Layanan Air Pulih 60 Persen

Saat ini cakupan layanan air bersih telah mencapai 60 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 70 persen setelah seluruh perbaikan darurat selesai.

Namun demikian, distribusi air di beberapa wilayah dilaporkan masih tidak stabil, seiring produksi yang belum kembali ke kapasitas optimal.

15 Mobil Tangki Siaga Layani Warga

Sebagai langkah mitigasi, Perumda telah mengerahkan 15 unit mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Armada ini disebar di sejumlah titik dan diprioritaskan melayani rumah sakit, fasilitas umum, serta kawasan utara Kota Padang seperti Air Tawar, Siteba, Lubuk Minturun, Tabing, Lubuk Buaya, Singgalang dan Mega Permai.

Perumda memastikan pelayanan menggunakan mobil tangki akan terus dilakukan hingga jaringan distribusi normal kembali. (rif)