Gudang Penyimpangan Minyak CPO Sawit Illegal Digrebek Petugas

Lima Pelaku dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Penggrebekan gudang CPO Sawit Illegal oleh Polres Solok

Solok, rakyatsumbar.id–Polres Solok berhasil berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan minyak CPO sawit mentah dengan mengamankan lima orang pelaku dan sejumlah barang bukti terkait pengolahan sawit ilegal.

Penangkapan ini dilakukan di Kelok Batung, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (30/12/2024).

Tim gabungan yang pimpin Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Solok, didampingi oleh Kasat Samapta dan Kasat Intelkam, bersama dengan personel gabungan dari Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Resnarkoba, Sat Samapta, dan Provos, melakukan penangkapan setelah mendapatkan informasi terkait kegiatan ilegal berupa penumpukan minyak CPO sawit yang diduga berasal dari Kabupaten Solok Selatan.

Dari informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, diketahui bahwa minyak CPO sawit tersebut dikumpulkan dan disimpan di sebuah rumah kayu dengan ukuran 4×3 meter yang digunakan sebagai tempat penampungan sementara.

Penanggung jawab lokasi penampungan, yang diketahui bernama ” Bokir”, berkoordinasi dengan pemilik CPO, Zulkifli, yang mengatur proses pengiriman melalui telepon. Kegiatan penumpukan minyak CPO ini sudah berlangsung selama empat hari dengan melibatkan empat orang pekerja.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, Polres Solok langsung melakukan tindakan pengamanan terhadap pekerja dan barang bukti yang ada di lokasi penampungan. Semua pihak yang terlibat telah dibawa ke Polres Solok untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kabag Ops Kompol Gusdi.

Kelima pelaku yang diamankan adalah Jumadi (38), sebagai penanggung jawab gudang CPO di Kelok Batung, alamat Rengat, Provinsi Sumatera Utara, Daeng (45), sebagai buruh lepas, alamat Pencucian Ladang Padi.

Kemudian, Ipul (34), warga Korong Lubuk Selasih, Rozi (21), warga Jorong Batang Tiau, Nagari Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung dan Wanda (21) Kota Medan, Sumatera Utara.

Selain itu, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penampungan, antara lain, Tumpukan minyak CPO mentah yang disimpan dalam rumah kayu.

Mesin Robin beserta selang. Lebih kurang 50 jerigen kosong yang sebelumnya digunakan untuk menampung CPO. Bak penampung minyak CPO dan Mobil L300 warna hitam dengan nomor Ba 8234 QH.

Saat ini, lokasi penampungan CPO telah dipasang police line oleh pihak kepolisian untuk proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dikenakan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku terkait penyalahgunaan minyak CPO sawit yang dapat merugikan negara dan masyarakat.

Polres Solok menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik ilegal seperti ini dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya alam serta keamanan lingkungan.

Saat ini seluruh hasil tangkapan telah diamankan di Polres Solok, sementara empat pelaku telah ditahan untuk diminta keterangan lebih lanjut dari penyidik, sebab diindikasikan masih ada beberapa pelaku yang belum tertangkap.

“Untuk itu, kami tetap meminta kerja sama seluruh warga yang menemukan beberapa indikasi kejanggalan agar segera melaporkannya ke Polres,” imbaunya. (wel)

Penulis: WellurilEditor: Jon Kenedi