Padangpanjang, rakyatsumbar.id—Selain penyerahan remisi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Padangpanjang, Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis juga memborong hasil kerajinan yang sengaja dipamerkan pihak Rutan, Senin (17/08/2026).
“Hasil karyanya banyak yang bagus-bagus, cocok ini jadi pajangan,” kata Hendri Arnis bersama Forkopimda saat meninjau pameran hasil kerajinan tangan.
Dari sejumlah kerajinan yang menarik perhatian Hendri Arnis, yakni batik bercorak Naga, selain itu juga ada vas bunga dan celengan yang terbaik dari kertas ceki dan replika kapal dari korban bekas.
“Sayang ya, kerajinannya cuma sedikit. Kalau banyak, kan bisa kebagian juga Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Kajari, Buk Ketua Pengadilan dan Komandan Detasemen Brimob,” sebut Hendri Arnis.
Meskipun dengan jumlah yang seadanya, seluruh hasil kerajinan tangan WBP tersebut, juga diborong Hendri Arnis dan akan dipajang di ruangan Wali Kota di Balai Kota Padangpanjang.
“Buk Sekda, bantu ya untuk proses administrasinya,” pinta Hendri Arnis kepada Pj Sekdako Padangpanjang Ir. Kuartini Deti Putri, M.Si.
Kepala Rutan Kelas IIB Padangpanjang Novri Abbas, SH., MH menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Padangpanjang dan rombongan yang telah membeli hasil kerajinan WBP.
“Alhamdulilah, hasil kerajinan tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana, tahun lalu, pak wali kota membeli hasil kerajinan tangan mencapai Rp1,6 juta dan yang tahun ini masih kita hitung jumlahnya,” sebut Novri Abbas.
Disampaikannya, program keterampilan yang dilakukan di Rutan Kelas IIB Padangpanjang bekerjasama dengan Rumah Batik Canting Buana dengan pelatihan sekali seminggu.
“Selain itu, banyak juga WBP yang memiliki keterampilan dalam pembuatan kerajinan, kita disini tinggal mengarahkan sesuai dengan keinginan mereka,” sebut Novri Abbas.
Apresiasi kepedulian Hendri Arnis terhadap hasil kerajinan WBP di Rutan Kelas IIB Padangpanjang juga disampaikan Ketua PWI Padangpanjang Suprianto.
Dia menilai, dengan dibelinya selutruh hasil karya dari WBP tersebut, juga memberikan dukungan moril agar si pengerajin agar lebih meningkatkan kemampuannya dalam membuat aneka kerajinan.
“Mudah-mudahan, ini juga memberikan dukungan moril, kalau di penjara itu, tidak selamanya menjadi hukuman, tetapi agar bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” pintanya. (ned)

