Site icon rakyatsumbar.id

UMCB Wujudkan Kampus Berdampak Lewat Cahayo Surau Gadang

Implementasi Program Kampus Berdampak Cahayo Surau Gadang di Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Implementasi Program Kampus Berdampak Cahayo Surau Gadang di Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Padang, rakyatsumbar.id – Universitas Mercubaktijaya (UMCB) menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Komitmen itu diwujudkan melalui implementasi Program Kampus Berdampak Cahayo Surau Gadang di Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Rektor Universitas Mercubaktijaya, Ises Reni, S.Kp., M.Kep mengatakan, program tersebut merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat secara langsung melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Kami ingin memastikan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi,” kata Ises Reni, Rabu (08/07/2026).

Menurutnya, konsep Kampus Berdampak yang diusung Universitas Mercubaktijaya bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui program yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

“Program Cahayo Surau Gadang lahir dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat. Karena itu seluruh kegiatan yang kami jalankan benar-benar menjawab persoalan yang ada di lapangan, mulai dari kesehatan, sosial, ekonomi hingga lingkungan,” ujarnya.

Program tersebut terdiri atas enam kegiatan utama, yakni Surau Gadang Fit, Data Pintar Surau Gadang, Keluarga Cerdas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Komunitas Inklusif Disabilitas dan Lansia Berdaya, Surau Gadang Green, serta Sekolah Berkarakter Anti Bullying.

Berawal dari FGD

Sebelum program dijalankan, Universitas Mercubaktijaya terlebih dahulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada November 2025 yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, hingga tokoh masyarakat.

Hasil FGD tersebut menjadi dasar penyusunan berbagai program intervensi yang sesuai dengan kondisi masyarakat Kelurahan Surau Gadang.

Komitmen pelaksanaan program kemudian diperkuat melalui penandatanganan Pakta Integritas antara Rektor Universitas Mercubaktijaya dengan Lurah Surau Gadang pada 13 Januari 2026 yang disaksikan Camat Nanggalo serta Kepala LLDIKTI Wilayah X.

Ises Reni menegaskan, program tersebut tidak dirancang untuk memberikan bantuan sesaat, melainkan membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami berharap Program Cahayo Surau Gadang dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata. Ke depan, program ini berpeluang direplikasi di kelurahan lain di Kecamatan Nanggalo maupun wilayah lainnya di Kota Padang,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Bagi kami, ukuran keberhasilan kampus adalah ketika ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Itulah semangat Kampus Berdampak yang sedang kami bangun,” ujar Ises Reni.

Program Setahun Penuh

Pelaksanaan program berlangsung sejak Januari hingga Desember 2026 dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif.

Sebagai bagian dari implementasi program, pada Rabu (08/07/2026), Tim Cahayo Surga Universitas Mercubaktijaya melaksanakan dua kegiatan utama secara bersamaan di RW XXII Kelurahan Surau Gadang.

Kegiatan pertama adalah Surau Gadang Fit yang diikuti 35 warga dewasa melalui skrining kesehatan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular dan obesitas. Data hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Di waktu yang sama, Tim Komunitas Inklusif Disabilitas dan Lansia Berdaya melaksanakan deteksi dini risiko jatuh terhadap 30 lansia serta skrining gangguan bicara terhadap delapan anak usia dini sebagai langkah awal penyusunan program pendampingan lanjutan.

Menurut Ises Reni, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian nyata sivitas akademika Universitas Mercubaktijaya kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran Universitas Mercubaktijaya. Karena itu seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa kami libatkan secara aktif agar pengabdian ini memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan,” katanya.

Ia optimistis kolaborasi yang dibangun bersama pemerintah dan masyarakat akan menjadi fondasi lahirnya perubahan yang lebih besar.

“Kami percaya perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, kami optimistis mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat, lebih mandiri, lebih inklusif, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik,” tutup Ises Reni. (edg)

Exit mobile version