Padang, rakyatsumbar.id— Menjadi wakil rakyat tidak berhenti pada batas daerah pemilihan. Pesan politik itu terlihat dari langkah Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKB, Yusri Latif, SH.I, yang memilih hadir dan berbaur bersama warga Kabun Jalan Tunggang, RT 04/RW 02, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Sabtu (05/09/2026) malam.
Meski kawasan tersebut bukan merupakan daerah pemilihannya, Yusri tetap hadir dalam malam hiburan warga yang digelar di depan Posko Pemuda Ikatan Pemuda Kabun (IPEKAB) Jalan Tunggang.
Tak ada panggung politik yang mencolok malam itu. Yusri justru duduk bersama warga, menikmati makan bajamba dengan hidangan yang disajikan di atas daun pisang. Diiringi hiburan organ tunggal, suasana berlangsung cair dan penuh keakraban.
Namun, di balik makan bajamba tersebut, terselip pesan politik yang cukup jelas: setelah terpilih sebagai anggota DPRD Kota Padang, Yusri menempatkan dirinya sebagai wakil seluruh masyarakat Kota Padang, bukan semata-mata warga yang memilihnya.
Kehadiran Yusri pun mendapat apresiasi dari Ketua Pemuda IPEKAB Jalan Tunggang, Pajok Zondra Volta. Menurutnya, kehadiran seorang anggota dewan di wilayah yang bukan daerah pemilihannya menunjukkan adanya kepedulian yang melampaui kepentingan politik elektoral.
“Mewakili warga dan seluruh pemuda yang tergabung dalam IPEKAB, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Bapak Yusri Latif. Walaupun bukan daerah pemilihannya, beliau tetap hadir dan berbaur bersama masyarakat,” ujar Pajok.
Menurut Pajok, sikap Yusri tersebut lahir dari pandangan bahwa ketika seseorang telah diberi amanah menjadi anggota DPRD Kota Padang, maka tanggung jawabnya melekat kepada seluruh masyarakat kota.
“Menurut beliau, ketika sudah menjadi anggota dewan dan terpilih, beliau kepunyaan Kota Padang. Kita jadi salut dengan beliau,” katanya.
Politik Kerakyatan
Dalam kesempatan tersebut, Yusri juga menyoroti kekompakan pemuda dan masyarakat Kabun Jalan Tunggang yang konsisten menggelar kegiatan positif.
Sejak Juli 2026, IPEKAB bersama masyarakat telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari Turnamen Koa Badunsanak, jalan santai dan senam sehat bersama Ibu PKK RT 04, hingga berbagai perlombaan anak-anak dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Ini luar biasa. Dalam setahun ini bisa digelar tiga acara besar. Mudah-mudahan keaktifan dan kekompakan IPEKAB bersama warga bisa terjaga dengan baik dan dipertahankan,” ujar Yusri.
Bagi Yusri, aktivitas pemuda dan masyarakat semacam itu merupakan modal sosial yang harus terus dirawat. Kegiatan bersama tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membangun silaturahmi, gotong royong dan kepedulian antarwarga.
“Hari ini digelar lagi malam hiburan warga dengan organ tunggal sambil makan bajamba daun pisang. Mudah-mudahan selalu tetap berbuat dan mendatangkan manfaat,” katanya.
Kehadiran Yusri di tengah warga juga memperlihatkan pendekatan politik yang lebih dekat dengan masyarakat. Alih-alih hadir dalam agenda formal, ia memilih duduk bersama warga dan menikmati tradisi makan bajamba.
Bagi masyarakat, cara seperti ini dinilai membuat hubungan antara wakil rakyat dan warga terasa lebih dekat. Terlebih, kehadiran tersebut tidak dibatasi oleh kepentingan daerah pemilihan.
Tak Sekadar Datang
Pajok mengatakan, malam hiburan warga tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur setelah seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan IPEKAB bersama warga berjalan lancar.
Ia mengapresiasi kontribusi para pemuda, Ibu PKK RT 04 dan seluruh warga Kabun Jalan Tunggang yang ikut menyukseskan berbagai kegiatan.
“Ini semua tentu tidak terlepas dari bantuan para pemuda, Ibu PKK RT 04 dan seluruh warga Kabun Jalan Tunggang. Mudah-mudahan tahun depan kita tetap bisa berbuat dengan berbagai hal yang positif,” tutur Pajok.
Malam hiburan itu akhirnya menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dengan wakil rakyat dalam suasana yang jauh dari formalitas.
Bagi Yusri, hadir di tengah masyarakat bukan hanya soal menghadiri sebuah acara. Lebih dari itu, kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi politik berbasis kedekatan dan kebersamaan.
Bukan daerah pemilihan, bukan pula agenda rapat resmi. Namun dari makan bajamba bersama warga, Yusri Latif ingin menunjukkan satu pesan: setelah duduk di kursi DPRD Kota Padang, batas politiknya adalah seluruh Kota Padang. (edg)

