Site icon rakyatsumbar.id

Sumbar Gandeng Gen-Z Perkuat Nagari Kreatif

Kepala Dinas PMD Sumbar, Ir. Yozarwardi Usama Putra

Kepala Dinas PMD Sumbar, Ir. Yozarwardi Usama Putra

Padang, rakyatsumbar.id— Efisiensi anggaran tak menjadi alasan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) untuk mengendurkan langkah membangun ekonomi masyarakat di tingkat nagari.

Strategi pun diubah. Jika sebelumnya masyarakat dikumpulkan di pusat kota untuk mengikuti berbagai pembinaan, kini pemerintah memilih mendatangi langsung nagari.

Dibalik strategi tersebut, Pemprov Sumbar juga menyiapkan 28 fasilitator yang akan menjadi ujung tombak pengembangan Nagari Creative Hub (NCH).

Tak hanya itu, generasi Z (Gen-Z) turut digandeng untuk memperkuat ekosistem kreativitas, kewirausahaan dan inovasi berbasis potensi lokal.

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, mengatakan pengembangan NCH menjadi salah satu program yang tetap didorong meski pemerintah tengah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

Menurutnya, pembangunan di tingkat nagari tidak boleh ikut terhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Karena itu, pola pembinaan harus disesuaikan agar lebih hemat, efektif dan langsung menyentuh masyarakat.

“Dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini, pola pembinaan tidak lagi mengundang masyarakat ke pusat kota yang memakan biaya besar. Kita balik strateginya dengan jemput bola, petugas dan instruktur yang mendatangi nagari, memanfaatkan kantor wali nagari atau ruang pertemuan setempat,” ujar Medi Iswandi.

Langkah tersebut diperkuat melalui evaluasi yang dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar terhadap 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam pendampingan program Nagari Creative Hub.

Dari evaluasi itu, terlihat sejumlah OPD telah mulai bergerak. Namun, pemerintah menilai keterlibatan tersebut belum cukup. Potensi yang dimiliki nagari sangat besar sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang lebih luas.

Untuk memastikan pendampingan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar mengambil peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pendamping.

Kepala Dinas PMD Sumbar, Ir. Yozarwardi Usama Putra, mengatakan pihaknya tengah mematangkan pelatihan Training of Trainer (ToT) bagi 28 fasilitator lokal.

“Kami dari Dinas PMD sedang menyiapkan pelatihan Training of Trainer (ToT) untuk 28 orang fasilitator. Para fasilitator ini nantinya yang akan menjadi ujung tombak di lapangan untuk mengarahkan, membimbing, dan mengawal potensi generasi muda serta masyarakat di Nagari Creative Hub,” ungkap Yozarwardi.

Menurut Yozarwardi, dari 21 OPD yang dievaluasi, selain Dinas PMD sebagai pengampu utama dan BPSDM dari sisi penyiapan SDM, sudah ada delapan OPD yang aktif bergerak di lapangan.

Dinas Kominfotik Sumbar, misalnya, telah membangun infrastruktur internet gratis dengan kapasitas hingga 300 Mbps di lokasi nagari kreatif. Dukungan konektivitas ini diharapkan menjadi fondasi bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi berbasis digital.

Kemudian Dinas Perindustrian dan Perdagangan membuka pelatihan virtual untuk mencetak host atau live streamer sekaligus membekali masyarakat dengan strategi transaksi digital. Dinas Kebudayaan bergerak melalui pelatihan seni dan budaya lokal, sementara BKD Sumbar mempersiapkan tenaga pendamping dari kalangan generasi muda, khususnya Gen-Z.

Namun, Yozarwardi menegaskan, potensi nagari yang begitu besar tidak mungkin dikembangkan hanya dengan delapan OPD.

“Potensi di desa sangat kaya sehingga peran 8 OPD saja tidak cukup, karena itu Sekdaprov Sumbar menginstruksikan OPD lainnya, seperti dinas pariwisata, dinas koperasi & UMKM, dinas kesehatan, hingga dinas pendidikan segera menyerahkan rencana aksi konkret,” terangnya.

Keterlibatan generasi muda juga diarahkan agar tidak berhenti sebatas seremoni. Dinas Pendidikan, misalnya, dapat melibatkan siswa SMK dari jurusan Digital Marketing untuk mengasah kemampuan mereka sekaligus membantu pelaku usaha nagari ketika hari libur.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan diharapkan memastikan produk UMKM yang dihasilkan masyarakat memenuhi standar kebersihan dan higienitas.

Persoalan yang ditemukan di sejumlah daerah percontohan pun mulai dipetakan. Menurut Yozarwardi, sebagian besar infrastruktur digital sudah tersedia. Persoalan justru bergeser pada kemampuan masyarakat memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk menghasilkan nilai ekonomi.

Kemampuan digital marketing masih menjadi kendala. Begitu juga dengan kelayakan kemasan, branding, hingga pencantuman dan pengelolaan masa kedaluwarsa produk.

Karena itu, seluruh OPD diminta segera menerjemahkan keterlibatannya dalam bentuk rencana aksi yang konkret. Dokumen rencana aksi tersebut paling lambat diserahkan Senin pekan depan sebelum dilakukan evaluasi secara berkala oleh Sekdaprov Sumbar.

Sementara itu, pengembangan Nagari Creative Hub terus diperluas. Hingga kini, Pemprov Sumbar telah memetakan 13 model nagari/desa kreatif, terdiri dari tiga lokasi tahap awal pada 2025 dan 10 lokasi tambahan yang diproses pada 2026.

Tiga lokasi percontohan awal masing-masing Desa Sikalang, Kota Sawahlunto, yang telah diluncurkan; Nagari Toboh Gadang Barat, Kabupaten Padangpariaman, yang juga telah diluncurkan; serta Nagari Panggian, Kabupaten Tanahdatar, yang kini memasuki tahap persiapan peluncuran.

Program ini diharapkan tidak sekadar melahirkan ruang berkumpul atau pusat kegiatan kreatif di nagari. Lebih jauh, Nagari Creative Hub diarahkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda sekaligus mesin baru penggerak ekonomi masyarakat.

Dengan strategi jemput bola, dukungan teknologi digital, pelibatan Gen-Z dan penguatan 28 fasilitator, Pemprov Sumbar mencoba memastikan efisiensi anggaran tidak mematikan kreativitas pembangunan di nagari.

“Melalui kolaborasi lintas sektor yang solid dan kesiapan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar, kami optimistis nagari kreatif akan menjadi motor penggerak ekonomi baru berbasis potensi lokal,” pungkas Yozarwardi. (edg)

Exit mobile version