Padangpariaman, rakyatsumbar.id—-Berbagai keterbatasan yang ada agaknya bukan jadi penghalang bagi SMAN 1 Patamuan yang berlokasi di daerah perbatasan Kabupaten Padangpariaman dan Kabupaten Agam, untuk mengukir prestasi yang membanggakan.
Terbukti, baru-baru ini, sekolah yang dipimpin oleh Endra Kasmawati, S.Pd ini berhasil meraih tiga prestasi pada tiga ajang lomba berbeda pada ajang FLS3SN yang berlangsung baru-baru ini.
“Alhamdulllah, jika kita bersungguh-sungguh tentunya tidak ada yang tidak mungkin. Hal itu setidaknya terbukti, dari tiga buah prestasi menggembirakan yang diraih oleh anak-anak kita di sekolah ini,” kata Kepala SMAN I Patamuan Endra Kasmawati,S.Pd, saat menjawab koran ini kemarin di ruang kerjanya.
Tiga prestasi tersebut masing-masing, juara 2 menulis cerpen, juara 3 solo gitar dan harapan dua tari kreasi.
“Yang sangat membanggakan bagi kita, khususnya untuk cabang tari kreasi, prestasi yang diraih itu murni hasil pembinaan guru-guru kita yang ada di SMAN I Patamuan ini, berbeda dengan sekolah lain yang umumnya bekerjasama dengan sanggar seni yang ada,” terangnya.
Tidak kalah pentingnya, fokus utama pembinaan anak didik yang ada di lingkungan SMAN I Patamuan tegas Endra Kasmawati lagi, yaitu bagaimana mengarahkan anak pada adab atau karakter yang baik.
“Sebab, jika adabnya telah baik maka otomatis pula akademisi akan mengikut. Jadi itulah pentingnya adab yang baik sebagai bagian penting dari rohnya pendidikan itu sendiri,” imbuhnya lagi.
Demikian pula halnya penanaman sikap disiplin sebagai kunci utama meraih sukses, maka pihaknya selaku kepala sekolah yang baru sebut Endra Kasmawati terus berupaya maksimal menanamkan sikap disiplin di lingkungan SMAN I Patamuan yang dipimpinnya. Termasuk mengajak para guru yang ada agar mengubah mindshet dalam meningkatkan disiplin anak didik yang ada.
“Saat awal mula saya masuk ke sini, terlihat disiplin anak-anak masih terlihat kurang, saat mengikuti upacara bendera misalnya, itu bahkan sampai separo yang terlambat atau tidak ikut upacara sama sekali. Kini, setelah kita benahi alhamdulillah secara bertahap disiplin anak-anak progresnya sudah jauh meningkat,” terangnya.
Demikian pula masih banyaknya anak yang belum lancar atau fasih membaca Al-Qur’an. Jumlahnya bahkan mencapai 15 persen dari keseluruhan siswa yang ada di sekolah tersebut.
Sebagai solusinya, pihaknya langsung memutuskan melakukan pembinaan secara baik terhadap anak.
“Salah satunya bagi yang terlambat diarahkan mengerjakan sholat duha serta membaca Alquran, sehingga dengan begitu mereka jadi lebih mampu membaca Alquran,” terang Endra Kasmawati.
Begitu pula sebelum jam pelajaran dimulai, setiap paginya para siswa juga diarahkan membaca Alquran secara bersama-sama. Hal itu sekaligus dimaksudkan agar anak didik lebih mencintai Alquran sebagai sumber utama ajaran luhur dari agama Islam. (ris)

