Site icon rakyatsumbar.id

Sembilan Penambang Emas Tewas di Sijunjung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Suasana di lokasi tambang emas tradisional di Sintuk, Jorong Taratak Betung, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. ISTIMEWA

Padang, rakyatsumbar.idKapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah mengatakan sembilan penambang tertimbun material tanah dan meninggal dunia di lokasi tambang emas tradisional di Sintuk, Jorong Taratak Betung, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Kamis (14/5) siang.

“Korban meninggal dunia yakni berinisial AT 23 tahun, HRH 23 tahun, IJ 19 tahun, MN 22 tahun, WA 21 tahun, DA 42 tahun, MF 22 tahun, ACM 43 tahun, dan DL 40 tahun,” kata Willian, via keterangan tertulisnya melalui pesan Whatsapp, Jumat, (15/5) siang.

Ia  melanjutkan, saat kejadian terdapat sekitar 12 orang pekerja berada di lokasi tambang. Sementara itu, tiga pekerja yang selamat masing-masing berinisial IKW 51 tahun, IJ 53 tahun, dan EL 40 tahun.

“Seluruh korban meninngal dunia telah dievakuasi kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ucap Willian, mantan Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumbar.

Ia menyampaokan, pemilik lokasi tambang sekaligus pemilik mesin dompeng dan peralatan penambangan diketahui berinisial N.K.M 46 tahun.

“Seluruh pekerja maupun pemilik tambang merupakan warga sekitar, yakni masyarakat Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung,” ungkap Willian.

Willian menegaskan, personel Satreskrim Polres Sijunjung bersama Unit Reskrim Polsek Koto VII tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

“Kami [Polisi] memastikan proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku,” tegas Willian.

Ia mengakhiri, Polres Sijunjung  telah berulang kali melakukan penertiban dan memberikan imbauan, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.

“Namun imbauan tersebut tidak dihiraukan karena sebagian masyarakat masih menggantungkan hidup dari aktivitas penambangan emas tradisional,” pungkasnya. (byr)

Exit mobile version