Site icon rakyatsumbar.id

Sekolah Belum Diliburkan, Kabut Asap Masih dalam Batas Toleransi

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis saat didampingi Sekdakab Hendra Aswara dan Kadisdikbud, Hendri saat menyampaikan kondisi kabut asap di Padangpariaman, Rabu (16/09/2026).

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis saat didampingi Sekdakab Hendra Aswara dan Kadisdikbud, Hendri saat menyampaikan kondisi kabut asap di Padangpariaman, Rabu (16/09/2026).

Padangpariaman, rakyatsumbar.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padangpariaman memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah masih tetap berlangsung. Namun, langkah perlindungan tetap menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di luar ruangan.

‎Kepastian tersebut disampaikan Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis di Ruang Rapat Bupati, Rabu (16/09/2026), didampingi Sekda Hendra Aswara, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP).

‎Berdasarkan pemantauan Shelter Air Quality Monitoring System (AQMS) milik Dinas Lingkungan Hidup Padangpariaman, kondisi kualitas udara saat ini berada pada angka 162. Pemkab Padangpariaman masih menilai kondisi tersebut memungkinkan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan, dengan tetap memperhatikan langkah perlindungan kesehatan.

‎”Untuk saat ini masih dalam batas toleransi untuk beraktivitas di luar ruangan atau di lapangan terbuka,” ujar Bupati John Kenedy Azis.

‎Keputusan untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka juga mempertimbangkan semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS). Sekitar dua hingga tiga minggu lagi, siswa akan menghadapi UTS sehingga waktu pembelajaran yang tersedia dinilai penting untuk mempersiapkan kemampuan mereka.

‎Di sisi lain, Pemkab Padangpariaman turut mempertimbangkan kondisi anak-anak apabila pembelajaran dialihkan ke rumah. Pengalaman sejumlah daerah yang menerapkan pembelajaran dari rumah menunjukkan bahwa anak-anak belum tentu sepenuhnya berada di dalam rumah dan masih berpotensi melakukan aktivitas di ruang terbuka.

‎”Walaupun dirumahkan, anak-anak ternyata masih banyak beraktivitas di luar rumah, bermain sepeda, bermain dengan teman-temannya di tempat terbuka,” jelasnya.

‎Atas berbagai pertimbangan tersebut dan masukan yang diterima pemerintah daerah, Pemkab Padangpariaman memutuskan anak-anak masih tetap melaksanakan pembelajaran di sekolah untuk sementara waktu.

‎Meski demikian, keputusan ini tidak bersifat permanen. Pemkab Padangpariaman akan terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara. Apabila kondisi berubah dan membutuhkan penyesuaian, kebijakan terhadap kegiatan belajar mengajar akan dikaji kembali.

‎Bupati juga mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak sekolah, agar tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai langkah perlindungan di tengah kondisi udara saat ini.

‎”Kita tetap sekolah, tetapi dengan catatan warga dan anak-anak yang beraktivitas di luar rumah tetap menggunakan masker. Keputusan ini akan kita tinjau kembali tergantung perkembangan cuaca ke depan,” tegasnya.

‎Pemkab Padangpariaman mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi pemerintah. Kondisi cuaca dan kualitas udara akan terus dipantau sebagai dasar dalam menentukan langkah selanjutnya.

‎”Semoga Allah SWT melindungi kita semua,” tutup Bupati.

Kepada koran ini, Kadisdikbud Padangpariaman, Hendri mengaku, pihaknya telah menyebarkan telah edaran kepada masing-masing sekolah terkait penggunaan masker selama jam pelajaran berlangsung.

“Prinsipnya aspek keselamatan anak-anak tentunya tetap menjadi prioritas utama, untuk itu kita juga mengimbau anak didik agar mengurangi aktivitas di luar ruangan,” tegas Hendri.

Meski demikian, pihaknya tetap aktif memantau perkembangan kabut asap yang terjadi, sehingga nantinya setiap kebijakan yang dilahirkan akan tetap disesuaikan dengan perkembangan situasi yang ada. (ris)

Exit mobile version