Padang, Rakyat Sumbar— Ajang Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026 dipastikan mencapai puncaknya pada 9 Agustus 2026. Event lari kebanggaan Ranah Minang ini tidak sekadar menjadi agenda olahraga, tetapi diarahkan sebagai penguat sport tourism, penggerak UMKM, sekaligus bagian dari gerak bersama mewujudkan visi “Padang Juara”.
Rangkaian kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026. Pada 7 dan 8 Agustus digelar pengambilan racepack yang dirangkai dengan pameran UMKM dan talkshow, sebelum memasuki race day pada 9 Agustus.
Ketua Pelaksana BOM Run, Revdi Iwan Syahputra, menegaskan konsep tahun ini dirancang lebih komprehensif.
“Pada 7 dan 8 Agustus kita laksanakan pengambilan racepack yang digabung dengan pameran UMKM dan talkshow. Ini momentum membangun atmosfer kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Lalu 9 Agustus 2026 menjadi puncak BOM Run,” ujarnya.
Wakil Ketua Pelaksana, Sri Hayati Maigus Nasir, menegaskan bahwa kegiatan tersebut telah mendapatkan persetujuan Wali Kota Padang dan sudah masuk dalam agenda resmi.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah di-ACC oleh Bapak Wali Kota dan telah diagendakan. Koordinasi juga sudah dilakukan bersama Bapak Asisten Didi Ariyadi. Artinya, secara pemerintah kota, dukungan sudah sangat jelas,” ungkap Sri Hayati.
Menurutnya, penggabungan pengambilan racepack dengan pameran UMKM menjadi strategi untuk memperkuat dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
“Kita ingin event ini memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh. Peserta yang datang bukan hanya berlari, tetapi juga berbelanja dan berinteraksi. Ini yang kita sebut efek berganda,” tambahnya.
Panitia juga tengah bergerak cepat menyusun proposal dan melakukan langkah pencarian dana serta donasi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan maksimal.
Pada hari puncak, selain lomba lari, panitia juga menyiapkan pelepasan anak penyu, penanaman pohon, serta hiburan rakyat. Menurut Revdi, langkah ini menjadi simbol bahwa olahraga, pariwisata, dan kepedulian lingkungan harus berjalan beriringan.
Komitmen dukungan Pemerintah Kota Padang juga ditegaskan langsung Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menerima silaturahmi Ketua Umum PB Ikasmantri, DR dr Rahyussalim, bersama jajaran panitia pelaksana di kediamannya, Senin pagi (17/2/2026).
Pertemuan berlangsung hangat dan akrab. Rombongan panitia juga disambut oleh istri Wakil Wali Kota, Sri, yang dalam struktur kepanitiaan dipercaya sebagai Wakil Ketua Pelaksana. Diskusi dalam suasana kekeluargaan itu membahas arah besar BOM Run agar selaras dengan momentum Hari Jadi Kota Padang.
Maigus Nasir menegaskan, kegiatan seperti BOM Run sangat strategis dan membuka peluang untuk disinergikan dengan agenda HUT Kota.
“Jika dikemas dengan baik dan disinergikan dengan agenda kota, dampaknya akan besar bagi ekonomi dan citra Padang,” ujarnya.
Ia memaparkan semangat pembangunan “Padang Juara” yang menitikberatkan pada peningkatan pelayanan publik, penguatan pariwisata, ekonomi kreatif, serta kualitas hidup masyarakat. Revitalisasi Pasar Raya, transformasi kawasan eks Padang Theater menjadi pusat kuliner dalam konsep “Padang Gastronomi”, program Car Free Night di Kota Tua setiap malam Minggu, hingga penataan Pantai Padang menjadi bagian dari arah strategis tersebut.
Terkait BOM Run, Maigus mengibaratkan kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan pepatah Minang “Ramo-ramo Sikumbang Jati” — menunggu dan menanti. Pemerintah Kota, katanya, siap menyambut dan mendukung, sembari menunggu pemaparan teknis detail dari panitia untuk diselaraskan dengan agenda besar kota.
Wakil Ketua Pelaksana, Sri Hayati Maigus Nasir, memastikan secara administratif kegiatan ini telah mendapat lampu hijau dan diagendakan secara resmi. Koordinasi juga telah dilakukan bersama jajaran pemerintah kota, termasuk Asisten Didi Ariyadi.
Sementara itu, Ketua Umum PB Ikasmantri Padang, Rahyussalim, menegaskan BOM Run merupakan wujud nyata kontribusi alumni bagi daerah.
“BOM Run bukan sekadar event olahraga. Ini gerakan kolektif alumni untuk menghadirkan kegiatan positif, membangun jejaring, sekaligus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi Kota Padang. Kami mendukung penuh dan berharap ini menjadi agenda tahunan yang semakin besar,” tegasnya.
Ketua Harian PB Ikasmantri, Yulviadi Adek, menambahkan kekuatan utama BOM Run terletak pada soliditas panitia dan semangat kolaborasi.
“Kita ingin 9 Agustus 2026 menjadi momentum kebanggaan bersama. Panitia sudah bergerak, proposal disiapkan, publikasi akan digencarkan. Ini bukan hanya tentang berlari, tetapi tentang kolaborasi dan semangat alumni untuk kota,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah, alumni, dan berbagai pihak, BOM Run 2026 ditargetkan menjadi salah satu event sport tourism terbesar di Sumatera Barat—bukan hanya menghadirkan ribuan pelari, tetapi juga menggerakkan UMKM, memperkuat citra kota, dan menegaskan semangat kebersamaan menuju Padang Juara.(*)

