Site icon rakyatsumbar.id

Perhatikan Aspek Sanitasi dan Higiene Makanan

Dr. dr. Elsa Yuniarti, S.Ked., M.Biomed., AIFO-K

Dr. dr. Elsa Yuniarti, S.Ked., M.Biomed., AIFO-K

Padang, rakyatsumbar.id–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar tidak cukup hanya memastikan menu memenuhi kebutuhan gizi. Aspek sanitasi dan higiene makanan sejak bahan baku diterima, disimpan, diolah hingga makanan sampai ke tangan siswa juga harus menjadi perhatian utama. Kesalahan pada salah satu tahapan dapat membuat makanan yang secara gizi baik justru berisiko bagi kesehatan penerimanya.

Pakar kesehatan dari Pusat Kajian Lingkungan Hidup (PKLH) Universitas Negeri Padang, Dr. dr. Elsa Yuniarti, S.Ked., M.Biomed., AIFO-K, mengatakan prinsip sanitasi dan higiene dalam pengolahan makanan MBG perlu dicermati dan ditelaah dengan baik.

Menurutnya, makanan yang diberikan kepada pelajar harus dipastikan aman sejak bahan pangan masuk ke dapur hingga siap dikonsumsi.

“Sanitasi dan higiene dalam pengolahan makanan untuk MBG harus benar-benar diperhatikan, karena yang menerima makanan adalah anak-anak. Setiap tahapan harus dikendalikan agar tidak terjadi pencemaran yang dapat membahayakan kesehatan,” ujar Elsa, Senin (14/09/2026).

Pengawasan tersebut mencakup kualitas bahan baku, kebersihan air, kondisi tempat pengolahan, peralatan memasak, kebersihan penjamah makanan hingga penyimpanan dan distribusi.

“Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa pangan dapat menghadirkan tiga kelompok bahaya, yakni biologis, kimia, dan fisik. Karena itu, makanan yang terlihat baik dan bergizi belum tentu aman apabila proses pengolahannya tercemar,” ucapnya.

Elsa menekankan pada tahap bahan baku, dapur MBG perlu memastikan bahan yang diterima dalam kondisi layak, bersih, dan tidak rusak. Bahan mentah juga harus ditangani secara tepat untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

“Kebersihan, pemisahan bahan pangan mentah dan matang, pengolahan yang tepat serta penyimpanan pada kondisi aman sebagai bagian penting dari prinsip keamanan pangan,” jabarnya.

Kebersihan penjamah makanan juga tidak kalah penting. Petugas yang mengolah makanan harus menjaga higiene pribadi, termasuk kebersihan tangan dan pakaian kerja, sementara dapur serta peralatan harus dibersihkan dan disanitasi secara rutin.

“Higiene perorangan yang mengolah makanan, pembersihan dan sanitasi peralatan, pengendalian lingkungan kerja serta pengendalian vektor sebagai kompetensi penting bagi penjamah pangan siap saji,” jelasnya.

Untuk mencegah agar tidak terjadi keracunan makanan, Elsa menyarankan dinas terkait harus melakukan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) yang merupakan sistem manajemen yang sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya keamanan pangan terhadap SPPG yang ada.

“Control. Itu intinya. BGN, BPOM dan Dinas Kesehatan harus bisa melakukan kontrol yang ketat jika tidak ingin kasus keracunan makanan akibat program MBG ini terjadi lagi,” tutupnya. (edg)

Exit mobile version