Site icon rakyatsumbar.id

Padangpanjang Berlakukan PBM Lima Hari, Siswa Masuk Pukul 06.25 WIB

Foto Ilustrasi siswa akan memuli PBM di pagi hari.

Foto Ilustrasi siswa akan memuli PBM di pagi hari.

Padangpanjang, rakyatsumbar.id–Jelang pelaksanaan Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 23 Tahun 2026 tanggal 9 Juli 2026 tentang Pelaksanaan Jam Belajar Peserta Didik di Satuan Pendidikan mulai dari TK hingga SMA sederajat.

Dimana, salah satu poinnya, waktu masuk sekolah yang biasanya pukul 07.30 WIB, akan bergeser ke pukul 06.25 WIB di seluruh jenjang pendidikan dan Proses Belajar Mengajar (PBM akan dilaksanakan lima hari, mulai Senin sampai Jum’at .

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padangpanjang Nasrul ketika dihubungi menyampaikan, kebijakan untuk mempercepat jam masuk sekolah tersebut, merupakan salah satu upaya untuk penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

“Gerakan tersebut berupa bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat,” kata Nasrul.

Disampaikannya, jika biasanya jam masuk siswa pukul 07.30 WIB dan akan dipercepat menjadi pukul 06.25 WIB. Tentunya, tidak banyak waktu bermain bagi anak dari jadwal bangun tidur dan salat subuh, hingga berangkat ke sekolah.

“Karena PBM hanya lima hari, kita juga tidak ingin mengabaikan kegiatan anak-anak selepas sekolah berupa kegiatan mengaji di TPA dan MDA. Dimana, jam pulang siswa hanya berbeda lima belas hingga dua puluh menit dari jadwal pulang biasanya,” sebut Nasrul.

Dia juga menyampaikan, pelaksanaan PBM lima hari yang telah lebih dahulu dilaksanakan SMA dan SMK sederajat, tentunya akan menjadi ketimpangan dengan adanya keluarga yang memiliki anak di SD dan SMA dengan yang sudah di bangku SMA.

“Jika semuanya sudah lima hari belajar, tentunya tidak ada lagi ketimpangan jika akan melakukan kegiatan selama masa libur,” ulasnya.

Akan Dievaluasi Bertahap  

Nasrul juga menyampaikan, pelaksanaan PBM lima hari dan mempercepat jam masuk sekolah tersebut, merupakan sesuatu yang baru dilaksanakan di Padangpanjang.

“Untuk tahap awal, kita akan melakukan evaluasi terhadap kendala yang dihadapi sekolah maupun masyarakat dalam penyesuaian kebiasaan baru ini. Dimana, Disdikbud akan melakukan pemantauan ke setiap jenjang pendidikan,” sebutnya.

Sebelum memulai pembelajaran, lanjutnya, setiap satuan pendidikan akan melaksanakan kegiatan pembiasaan selama 10 sampai 15 menit yang diisi penguatan pendidikan karakter melalui gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan kegiatan pembiasaan positif lainnnya.

“Mudah-mudahan pembiasaan baru ini, bisa mendukung gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat yang dilakukan menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang dan mendapat dukungan dari masyarakat,” harapnya.

Penerapan kebiasaan baru tersebut, juga mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, baik yang mendukung maupun yang kontra dengan edaran wali kota tersebut.

Yopi, salah seorang orang tua murid, menyambut positif kegiatan tersebut. Dimana, dengan mempercepat jam masuk siswa, tentunya akan berimbas terhadap jam tidur dan bangun siswa.

“Kalau siswa cepat masuk sekolah, pastinya orang tua bisa mengingatkan anak untuk cepat tidur dan tidak bermain handphone jelang waktu tidur. Begitupun, setelah selesai bersiap dan sarapan, anak-anak biasanya akan bermain handphone dulu jelang berangkat ke sekolah,” sebutnya.

Sebagai orang tua, Yopi mendukung setiap kebijakan pemerintah daerah terkait kebaikan anak-anak mereka dalam menempuh pendidikan, mengigat pengaruh game online dan kenakalan remaja saat ini sudah sangat meresahkan.

Sedang pendapat berbeda bermunculan di media sosial. Dimana, sejumlah orang tua mengeluhkan kebijakan baru tersebut, mengingat kondisi cuaca Padangpanjang cukup berbeda dengan daerah lain di Sumatera Barat.

“Astagfirullah, baa batakan bana anak-anak kini basikolah. Cubo lah mencontoh bana ka negara maju baa pola pendidikan yang diterapkan supaya anak didik ko bermutu dan berkualitas. Indak takah ko bana do, apo tidak melalui proses dan pengkajian yang mendalam atau anak-anak kito ko ka dijadikan bahan uji coba. Pantas sajo kenakalan remaja semakin meningkat.. Alah para orang tuo ditekan himpitan biaya ekonomi, anak-anak ditekan dengan beban belajar yang sedemikian berat. Stresss semakin meningkat,” tulis Putri Nanda Sari di media sosialnya.

Lain lagi yang ditulis Romi SM. “Skalian sajo sahur dan subuh berjamaah, fasilitasi uang jajan, sarapan pagi dan makan siang, baa kiro2 tu,”katanya. (ned)

Exit mobile version