Site icon rakyatsumbar.id

Menjaga Marwah Olahraga, KONI Sumbar Pastikan Porprov Tetap Terlaksana

“Porprov itu bukan sekadar soal anggaran. Ini soal kemauan dan komitmen membina atlet. Kalau Porprov dihentikan hanya karena alasan anggaran, maka yang dikorbankan adalah masa depan olahraga Sumbar,” tegas Revdi.

Padang, Rakyat Sumbar – Isu yang menyebut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat terancam gagal akibat belum optimalnya alokasi anggaran di sejumlah kabupaten dan kota ditegaskan KONI Sumbar tidak berdasar.

Bagi KONI, Porprov bukan sekadar agenda seremonial, melainkan fondasi utama pembinaan atlet daerah yang tidak boleh dikorbankan oleh dinamika anggaran.

Wakil Ketua Umum VI KONI Sumbar, Revdi Iwan Syahputra, menegaskan bahwa persoalan fiskal tidak bisa dijadikan alasan untuk menghentikan Porprov yang telah menjadi ruang lahirnya atlet-atlet potensial Sumatera Barat.

“Porprov itu bukan sekadar soal anggaran. Ini soal kemauan dan komitmen membina atlet. Kalau Porprov dihentikan hanya karena alasan anggaran, maka yang dikorbankan adalah masa depan olahraga Sumbar,” tegas Revdi.

Menurut Revdi, KONI Sumbar sejak awal telah menyusun konsep Porprov dengan pendekatan rasional dan efisien, menyesuaikan kondisi keuangan daerah tanpa menghilangkan esensi kompetisi dan pembinaan.

“KONI tidak pernah merancang Porprov dengan pendekatan serba mahal. Yang disiapkan adalah skema realistis, efisien, dan bisa dijalankan bersama oleh daerah,” ujarnya.

Optimisme KONI Sumbar juga diperkuat oleh dukungan nyata dari sejumlah kepala daerah. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, secara terbuka menyatakan kesiapan Kabupaten Solok untuk ambil bagian dalam pelaksanaan Porprov, termasuk menjadi tuan rumah beberapa cabang olahraga dengan memaksimalkan fasilitas yang ada.

Sikap serupa disampaikan Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, yang menilai Porprov sebagai momentum strategis kebangkitan olahraga dan pembinaan generasi muda. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh mematikan agenda olahraga daerah, selama ada kolaborasi dan kemauan bersama.

Bagi KONI Sumbar, dukungan kepala daerah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Porprov masih berada di jalur yang benar. Revdi menekankan bahwa kepemimpinan dan kemauan politik jauh lebih menentukan dibanding perdebatan besar-kecilnya anggaran.

Revdi juga mengingatkan bahwa pembatalan Porprov justru akan menimbulkan kerugian jangka panjang, terutama bagi atlet dan pelatih yang telah menjalani pembinaan bertahun-tahun.

“Atlet kita sudah berlatih lama, mereka butuh ruang kompetisi dan evaluasi. Jangan biarkan mereka menjadi korban dari narasi pesimistis,” kata Revdi.

KONI Sumbar memastikan seluruh tahapan persiapan Porprov tetap berjalan. Konsolidasi organisasi, komunikasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota, hingga penyesuaian teknis cabang olahraga terus dilakukan. Rencana pelaksanaan pada Juni–Juli tetap menjadi komitmen bersama.

“Selama ada kebersamaan dan keseriusan, Porprov Sumbar akan terlaksana. Yang sedang kita jaga bukan sekadar event, tetapi marwah olahraga daerah,” tutup Revdi.

Bagi KONI Sumbar, Porprov bukan pilihan, melainkan keharusan. Anggaran dapat dirasionalisasi dan skema bisa disesuaikan, tetapi pembinaan atlet tidak boleh berhenti. Dengan dukungan kepala daerah dan komitmen bersama, Porprov Sumatera Barat diyakini tetap akan berjalan sesuai rencana.(*)

Exit mobile version