Padang, rakyatsumbar.id—Kabut asap kiriman mulai berdampak terhadap kualitas udara di Sumatera Barat. Dimana, sejumlah daerah mulai mengeluarkan peringatan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, karena kualitas udara sudah tidak sehat.
Hasil pengambilan sampel udara oleh UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kota Padangpanajng dengan titik kordinat -0,45892 ; 100,41907, Senin (7/9). Menunjukkan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 235,53, yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
Begitupun pengambilan sampel kualitas udara (ISPU) di Dharmasraya, dengan indeks ISPU mencapai 141 dengan kategori tidak sehat. Dimana, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker bila beraktifitas di luar ruangan.
Pemerintah mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Padang bergerak cepat dengan membagikan 11.000 masker gratis kepada masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di daerah setempat.
Pembagian masker dilakukan serentak di empat titik strategis, yakni di depan Balai Kota Padang kawasan Jalan Bypass, Jalan A. Yani, Jalan Sawahan, dan Pasar Baru Pauh, Senin (07/09/2026).
Langkah tersebut dilakukan setelah ISPU Kota Padang mencapai angka 214, yang masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi itu dipicu kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di provinsi tetangga.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pembagian masker merupakan langkah cepat untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk kualitas udara.
“Indeks standar pencemaran udara Kota Padang itu senilai 214, itu dikategorikan sangat tidak sehat. Ini sesuai dengan edaran Bapak Wali Kota untuk menyikapi cuaca berkabut sekarang yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan oleh provinsi tetangga,” katanya.
Menurut Hendri, sebanyak 11.000 masker disiapkan untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, terutama pengguna jalan yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Masker diberikan kepada pengendara roda dua, pengendara roda empat, pengguna angkutan umum, hingga ASN di lingkungan Pemko Padang.
“Untuk hari ini kita sediakan lebih kurang 11.000 masker. Lokasinya ada di depan Balai Kota, Jalan A. Yani, Sawahan, dan Pasar Baru Pauh. Kendaraan roda dua dan roda empat kita berikan tanpa terkecuali,” ujarnya.
Aksi pembagian masker tersebut dipimpin langsung Hendri Zulviton bersama jajaran BPBD Kota Padang. Kegiatan juga melibatkan Asisten III Setdako Padang Corrie Saidan, Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Padang Rina Melati, serta anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB).
Hendri menegaskan, pembagian masker tidak berhenti pada 11.000 masker yang disalurkan Senin ini. Pemko Padang akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyiapkan langkah lanjutan apabila kondisi kabut asap masih berlanjut.
“Kalau memang masih membutuhkan, pasti kita berikan lagi kepada warga,” tegasnya.
Pemko Padang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Warga juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya pengguna kendaraan roda dua yang lebih banyak terpapar langsung udara luar.
Kondisi kabut asap tersebut menjadi perhatian serius karena kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara.
Karhutla di Siguntur
Meski kualitas udara di sejumlah daerah sudah memburuk, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Dharmasraya , Minggu (6/9).
Kebakaran terjadi di Jalan Poros Utama Timpeh-Pulau Punjung via Bukit Lantak, sekitar 500 meter dari kawasan Situs Cagar Budaya Candi Pulau Sawah, Nagari Siguntur.
Titik api terdeteksi sekitar pukul 13.15 WIB dan begitu menerima informasi kebakaran, petugas Damkar langsung bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.
Respons cepat tersebut sejalan dengan instruksi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani yang menekankan agar setiap titik api segera ditangani dan dikendalikan guna mencegah kebakaran meluas.
Sebanyak 10 personel Damkar yang dipimpin Danpos Pulau Punjung Yade Algafar dikerahkan dengan dukungan dua unit mobil pemadam dari Pos Pulau Punjung dan Pos Timpeh.
Pemadaman berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas Siguntur Aiptu Depriwarman dan Babinsa Siguntur Serda Umar Ritonga yang turut berjibaku bersama petugas Damkar dan masyarakat dalam memadamkan api.
Camat Sitiung Riwahono, M.Pd. bersama Wali Nagari Siguntur Hamdan dan sejumlah Kepala Jorong turut melakukan koordinasi di lapangan dalam mendukung proses pemadaman Karhutla tersebut.
Berdasarkan perkiraan Wali Nagari Siguntur Hamdan, luas lahan yang terbakar sekitar tiga hektare dan merupakan lahan perkebunan sawit warga.
Api sempat menjalar ke kebun karet di sebelahnya, namun berkat gerak cepat petugas bersama TNI, Polri dan masyarakat, api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas.
Kondisi medan yang berbukit serta tiupan angin yang cukup kencang menjadi kendala dalam proses pemadaman karena menyebabkan api relatif cepat menjalar.
Pada pukul 18.10 WIB, Danpos Damkar menyatakan api telah berhasil dikendalikan dan kondisi lokasi ditetapkan dalam status hijau.
Berdasarkan keterangan Wali Nagari Siguntur Hamdan, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang oleh pengguna jalan ke lahan perkebunan sawit yang kondisinya kering.
Meskipun titik kebakaran berada di tepi jalan poros utama Timpeh-Pulau Punjung, kejadian tersebut tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas yang berarti.
Situs Cagar Budaya Candi Pulau Sawah dipastikan tidak terdampak Karhutla karena lokasi titik api relatif jauh dari kawasan situs dan berada di seberang jalan poros utama Timpeh-Pulau Punjung.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, baik dari masyarakat maupun petugas. Seluruh personel yang terlibat dalam penanganan dilaporkan dalam kondisi baik dan sehat. (mul/ned/yy)

