Site icon rakyatsumbar.id

Hujan tak Padamkan Api Porprov, 19 Kontingen Siap Tempur!

Padang, Rakyat Sumbar — Hujan deras mengguyur arena pembukaan. Lapangan sempat basah kuyup. Namun, api semangat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 justru semakin menyala.

Di tengah guyuran hujan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah resmi menabuh Porprov XVI, Jumat (2/10/2026) malam. Sebanyak 19 kontingen kabupaten dan kota se-Sumbar pun siap bertarung membawa nama daerah masing-masing.

Pembukaan Porprov XVI dihadiri Wakil Ketua V KONI Pusat Tursandi Alwi, Forkopimda Sumbar, bupati dan wali kota se-Sumbar, jajaran DPRD Sumbar serta unsur KONI dan kontingen peserta.

Guyuran hujan deras sempat membuat prosesi pembukaan terjeda. Namun, ribuan atlet dan ofisial tetap bertahan di lapangan. Tak ada tanda-tanda semangat mereka surut.

Puncaknya, api obor Porprov XVI berhasil dinyalakan. Atlet legendaris Ranah Minang Nanda Talambanua dari cabang olahraga angkat besi bersama Ediswal dari gulat dipercaya menyulut api pesta olahraga terbesar di Sumatera Barat itu.

Momen tersebut sontak menjadi salah satu bagian paling emosional dalam pembukaan. Hujan yang turun deras justru menjadi saksi bagaimana api Porprov tetap menyala.

Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus menyebut penyalaan api obor di tengah hujan merupakan momentum yang sangat membekas.

“Jarang mungkin kita bisa dapatkan. Jarang bisa terhujam di hati kita. Di saat kita ingin api ini menyala, hujan terus turun, tetapi Allah memberikan izin api obor Porprov ke-16 Tahun 2026 tetap kita nyalakan,” kata Hamdanus.

Menurut Hamdanus, api Porprov XVI bukan sekadar simbol pembukaan. Api tersebut memiliki perjalanan panjang karena dijemput melalui kirab dari Nagari Tuo Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, dua hari sebelum pembukaan.

Api itu diambil langsung oleh pemangku adat Minangkabau, Datuak Bandaro Kayo Tampuk Tangkai Alam Minangkabau.

“Dengan kebersamaan ini, dengan 19 kabupaten kota yang telah disatukan oleh api Porprov yang telah diambil, dijemput oleh tim kirab dua hari yang lalu di Nagari Tuo Pariangan, api itu hari ini ada bersama, terus menyala dan semangat ini akan terus kita jaga,” ujarnya.

Hamdanus mengingatkan, penyalaan api obor baru menjadi awal dari perjalanan panjang Porprov XVI.

“Ini baru awal dari rencana besar kita untuk kesuksesan Porprov ke-16 Tahun 2026. Kita jangan terlena. Kita harus semakin menguatkan ikhtiar kita, agar Porprov ini betul-betul sukses dan nanti ditutup dengan penuh kegembiraan bagi atlet-atlet kita, bagi masyarakat Sumatera Barat,” tegasnya.

Bukan Sekadar Berebut Medali

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan Porprov XVI tidak semata-mata tentang perebutan medali dan prestasi olahraga. Event olahraga dua tahunan tersebut juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat.

Karena itu, pelaksanaan Porprov XVI tidak dipusatkan hanya di satu daerah. Pertandingan disebar di 12 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

“Hal sesungguhnya dampak positif daripada kegiatan olahraga ini menggerakkan sektor UMKM. Di samping itu juga bisa sebagai hiburan bagi warga masyarakat kita,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, penyebaran venue pertandingan di berbagai daerah diharapkan membuat manfaat ekonomi Porprov ikut bergerak. Penginapan, kuliner, transportasi, UMKM hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat di daerah penyelenggara diharapkan ikut tumbuh.

“Mudah-mudahan dengan Porprov XVI ini yang kita sebar pelaksanaannya di 12 kabupaten kota di Sumatera Barat, dampak yang kita sampaikan tadi itu akan dirasakan oleh masing-masing kabupaten kota, sehingga akan memberikan hal yang positif untuk daerah masing-masing,” ujarnya.

Mahyeldi juga meminta seluruh atlet bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan rasa saling menghormati. Wasit dan juri diminta menjalankan tugas secara objektif.

“Selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas, rasa saling menghormati dan taat pada aturan. Kepada para wasit dan juri, junjung tinggi objektivitas,” katanya.

Jalan Menuju Panggung Nasional

Wakil Ketua V KONI Pusat Tursandi Alwi mengapresiasi seluruh kontingen yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti Porprov XVI Sumbar.

Menurutnya, Porprov memiliki posisi penting dalam sistem pembinaan olahraga daerah. Atlet yang tampil terbaik di Porprov diharapkan mampu melanjutkan prestasi ke level nasional.

“Porprov ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet. Juara Porprov XVI merupakan atlet yang paling siap mewakili Sumbar pada kompetisi tingkat nasional,” ujarnya.

Tursandi juga mengingatkan atlet Sumbar bahwa agenda olahraga nasional ke depan cukup padat.

KONI Pusat akan menghadapi PON Pantai 2026 di Jakarta. Selanjutnya pada 2027 terdapat sejumlah agenda nasional, di antaranya PON Bela Diri, PON Indoor, PON Remaja serta babak kualifikasi PON XXII 2028 Nusa Tenggara Timur-Nusa Tenggara Barat.

“Oleh karenanya saya berharap seluruh atlet harus tampil dengan kemampuan maksimal,” pintanya.

19 Kontingen, Ribuan Atlet Turun Bertanding

Porprov XVI Sumbar 2026 diikuti 19 kontingen kabupaten dan kota. Kota Padang menjadi kontingen dengan jumlah atlet terbanyak, yakni 1.130 atlet.

Disusul Kabupaten Padang Pariaman 720 atlet, Kota Solok 580 atlet, Pesisir Selatan 549 atlet, Kota Bukittinggi 540 atlet, Kabupaten Limapuluh Kota 500 atlet dan Tanah Datar 486 atlet.

Porprov XVI kini resmi dimulai. Hujan boleh mengguyur, lapangan boleh basah, tetapi api semangat olahraga Sumatera Barat telah dinyalakan.

Dari arena Porprov inilah prestasi baru Sumbar dipertaruhkan.(*)

Exit mobile version