Padang, Rakyat Sumbar— Event lari Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026 kian menunjukkan kesiapannya sebagai ajang berskala besar. Panitia memastikan grand launching akan digelar pada 12 April 2026 di Youth Center Padang, dengan target menjadikan BOM RUN sebagai salah satu event lari unggulan yang berdampak luas, tidak hanya bagi olahraga, tetapi juga sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Ketua Pelaksana BOM RUN 2026, Revdi Iwan Syahputra, mengatakan seluruh persiapan saat ini difokuskan pada pematangan sistem dan integrasi lintas sektor agar saat peluncuran, event ini langsung siap menerima peserta.
“Launching 12 April nanti bukan sekadar seremoni. Kita pastikan semua sudah siap, mulai dari website, sistem pendaftaran, hingga layanan peserta. Targetnya, begitu dibuka, peserta langsung bisa mendaftar tanpa kendala,” ujar Revdi.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, peluncuran website resmi BOM RUN diundur ke 12 April 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh konten dan sistem telah terintegrasi dengan baik, termasuk kesiapan menampung hingga sekitar 6.000 pelari.
Tak hanya fokus pada aspek teknis, BOM RUN juga menggandeng berbagai mitra strategis. Salah satunya adalah ASITA Sumatera Barat yang akan menangani kebutuhan akomodasi dan transportasi peserta, khususnya dari luar daerah.
Ketua ASITA Sumbar, Nadirsyah Bakri, menilai BOM RUN memiliki potensi besar sebagai penggerak sport tourism di Sumatera Barat.
“BOM RUN ini bukan sekadar event olahraga. Ini punya potensi besar untuk mendatangkan wisatawan, menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM. Kami melihat ini sebagai peluang besar yang harus disiapkan secara serius,” ujar Nadirsyah.
Ia menambahkan, dengan dukungan sekitar 120 biro perjalanan yang tergabung dalam ASITA, pihaknya siap memastikan kebutuhan peserta, mulai dari penginapan hingga shuttle bus, dapat terpenuhi dengan baik.
“Kalau ini dikelola konsisten, BOM RUN bisa menjadi event tahunan yang ditunggu-tunggu, bahkan berkelas nasional. Dampaknya akan sangat luas bagi ekonomi daerah,” tambahnya.
Selain itu, panitia juga menggandeng SatuRaga sebagai Race Management untuk memperkuat standar penyelenggaraan lomba, serta Eztix sebagai penyedia sistem pendaftaran yang terintegrasi dengan layanan peserta.
Di sisi perlengkapan, delapan desain jersey untuk berbagai kategori lomba tengah disiapkan dan akan segera ditampilkan di website serta media sosial guna menarik minat calon peserta.
Pada momentum grand launching nanti, panitia akan menghadirkan sekitar 100 hingga 200 pelari untuk mengikuti fun run, dilanjutkan dengan press conference, hiburan, serta pembukaan pendaftaran kategori Super Early Bird.
Revdi menegaskan, seluruh elemen yang disiapkan bukan hanya untuk suksesnya peluncuran, tetapi juga untuk membangun fondasi kuat BOM RUN sebagai event berkelanjutan.
“Kita ingin BOM RUN bukan sekadar ramai di awal, tapi tumbuh menjadi event besar yang punya dampak nyata. Ini tentang membangun kebanggaan bersama,” tutupnya.(*)

