Pekanbaru, Rakyat Sumbar– Tiga hari setelah dilantik sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol Hengki Heryadi langsung turun ke tengah masyarakat. Ia mengikuti Gerakan Shalat Subuh Berjamaah (GSSB) bersama warga di Masjid Nurul Iman, Jalan Meranti, Kampung Melayu, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Sabtu (17/1/2026) dini hari.
Kegiatan ini mendapat perhatian luas, terutama dari Firdaus HB, Ketua Forum Minang Maimbau sekaligus Ketua Forum Saudagar Minang, yang hadir mendampingi Wakapolda. Menurut Firdaus, kehadiran Brigjen Pol Hengki Heryadi di tengah jamaah subuh mencerminkan karakter kepemimpinan yang membumi dan sarat nilai spiritual.
“Pak Hengki bukan tipe pemimpin yang hanya hadir di balik meja. Dia hadir di tengah umat. Masjid bagi beliau bukan sekadar tempat ibadah, tetapi ruang untuk menenangkan diri, healing, sekaligus menyusun energi positif sebelum mengambil keputusan besar,” ujar Firdaus HB.
Firdaus menjelaskan, kedekatannya dengan Wakapolda Hengki Heryadi sudah terjalin lama, tidak hanya secara personal tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, terutama terkait penguatan peran masjid sebagai pusat edukasi dan pengembangan moral masyarakat.
“Kami sering berdiskusi soal bagaimana masjid dikelola secara profesional, transparan, dan berdaya. Masjid harus jadi pusat peradaban, pusat edukasi, dan pusat penguatan moral masyarakat,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kasdam Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan dan Ketua Dewan Pembina GSSB Provinsi Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution, mantan Wakil Gubernur dan Gubernur Riau. Jajaran Pejabat Utama Polda Riau, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, Kapolresta Pekanbaru, tokoh agama, dan jamaah Masjid Nurul Iman juga hadir dalam suasana aman dan tertib.
Firdaus menilai, kepemimpinan Polda Riau di bawah Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan, yang merupakan rekan satu angkatan Akpol dengan Wakapolda Hengki Heryadi, diperkuat oleh duet dua jenderal berprestasi yang peduli terhadap masyarakat.
“Ini duet yang matang, berpengalaman, dan punya sensitivitas sosial tinggi. Wajar jika masyarakat Riau menaruh harapan besar,” ungkapnya.
Firdaus menekankan bahwa kepemimpinan yang berpijak pada nilai spiritual dan kedekatan sosial akan berdampak langsung pada keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
“Kalau pemimpinnya tenang, dekat dengan rakyat, dan tegas pada kejahatan, maka premanisme dan mafia akan terdesak. Itu hukum sosial,” kata Firdaus.
Ia juga mengaitkan kondisi keamanan dengan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi: “Investor butuh rasa aman. Jika hukum ditegakkan dan keamanan terjaga, ekonomi akan bergerak. Riau punya potensi besar, dan ini saatnya dimaksimalkan.”
Firdaus HB turut mengapresiasi program Polda Riau, termasuk edukasi Kamtibmas, Green Policing, dan kampanye keselamatan berlalu lintas yang dibawakan langsung melalui forum keagamaan.
“Pendekatan ini cerdas. Dakwah keamanan disampaikan dari masjid, pesannya sampai, suasananya sejuk, dan masyarakat merasa dilibatkan,” ujarnya.
Melalui Gerakan Shalat Subuh Berjamaah, Firdaus berharap sinergi antara Polri, tokoh masyarakat, dan umat semakin kuat.
“Masjid adalah titik temu semua elemen. Jika dari masjid lahir kebersamaan, maka Riau yang aman, tertib, nyaman, dan bermartabat bukan sekadar harapan, tetapi kenyataan,” pungkas Firdaus HB.(*)

